Bom Bunuh Diri Mati Syahid?

Oleh : Yusuf Muhammad

Kata Somad, melakukan bom bunuh diri itu mati syahid. Pertanyaan saya:

1. Pelaku bom bunuh diri di rumah ibadah mati Syahid, gak?
2. Pelaku bom bunuh diri dengan niat amalyah tapi yang terbom anak2, sesama muslim, aparat kepolisian, dan masyarakat awam, apa yang seperti itu juga mati Syahid?

Siapa sih yang kuasa bisa menentukan mati Syahid atau tidaknya seseorang? Bukan kah hanya Allah SWT? Siapa sih yang bisa memastikan kematian seseorang? Bukankah juga hanya Allah SWT? Bukan Somad! Catat itu. Jadi kalau ngomong jangan asal njeplak aja.

Penjelasan Somad ini sangat bahaya jika tidak dijelaskan secara rinci,apalagi jika diterima mentah2 oleh para pendengarnya. Bisa jadi isi ceramahnya akan dijadikan sebagai dasar legitimasi untuk gerakan2 bom bunuh diri para 'mujahid2' palsu seperti yang terjadi saat ini.

Bisa jadi dalil "Innamal a'malu binniat" (sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niat) digunakan sebagai dasar pembenaran utk melakukan bom bunuh diri. Jadi, kalau niatnya bom bunuh diri untuk amalyah tapi yang terbunuh adalah anak2, org tua, sesama muslim, dan orang2 non muslim yang tak bersalah maka pelaku tetap akan dianggap mati Syahid karena bergantung dari niat awalnya yaitu utk amaliyah!

Hal semacam inilah yang sangat berbahaya dan menyesatkan umat manusia.

Ingat! Nabi SAW telah menceritakan bahwa di akhir zaman nanti akan banyak orang2 yang hafal hadist, pandai agama dan hafal Al-Qur'an, tapi kelebihannya itu semua digunakan untuk menipu umat manusia. Yang halal diharamkan dan yang haram dihalakan. Yang haq dibilang bathil dan yang bathil dibilang haq!

Trus bagaimana cara kita menyikapi fenomena yang demikian?

InsyaAllah mudah, cukup pelajari rekam jejaknya. Pelajari dakwah2nya dan perhatikan orang2 di sekelilingnya. Jika banyak "awliya" (teman dekat) yang perilakunya sering bertentangan dengan nilai agama, bikin panas telinga, bikin hati selalu membara maka segera tinggalkan mereka.

Salam damai...
Yusuf Muhammad

Sumber : facebook Yusuf Muhammad

Tuesday, May 15, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: