Bom Bunuh Diri Itu

Ilustrasi

Oleh : Arif Maftuhin

Hanya dapat terjadi saat kau sudah membunuh Indonesia dalam dirimu.

Salah satu penelitian tentang pembomb bunuh diri pernah menyebut bahwa alasan para jihadis melakukan bunuh diri itu adalah membela umat Islam di berbagai pelosok negeri Muslim dari kezaliman Amerika dan anteknya.

Penelitian lain menyebut bahwa bomb bunuh diri pertama dilakukan seorang remaja Iran dalam perang Iraq-Iran pada tahun 1981. Tindakan heoriknya yang dipuji sebagai syahid lalu memicu gelombang "bunuh diri" massal remaja Iran lain yang berperang melawan Iraq. Mereka kita sebut "bunuh diri" karena memang tidak berperang dengan cara konvensional membawa senjata, tetapi dengan membiarkan diri mereka meledak tercabik-cabik ranjau darat.

Model ini lalu ditiru di banyak tempat. Palestina versus Israel. Afghanistan versus Rusia dan kemudia Amerika. Chechnya versus Rusia. Sejauh semua persitiwa ini terjadi, bom bunuh diri umumnya terjadi di negara-negara perang dan para pelaku di pihak yang tak berdaya melawan kuasa yang lebih besar.

Jadi, bagaimana bisa aksi bunuh diri itu ditiru di Indonesia? Negeri damai dengan penduduk mayoritas Muslim, dengan pemerintah Muslim yang terpilih secara demokratis, dan berbagai jenis kelompok Islam (yang semual tiarap jaman Orba) bisa leluasa mengekspresikan diri? Apa nalar pembenarnya?

Tidak ada kalau masih ada "Indonesia". Satu-satunya alasan yang masuk akal untuk melakukan bunuh diri di negeri Muslim sedamai Indonesia hanyalah ketika negara Indonesia ini dianggap tidak ada, ketika yang ada cuma 'bangsa imaji' bernama 'umat' versus non-umat, dimana pun lokasi geografisnya.

Sebab imsak itu, Muslim itu satu walaupun secara geografis tinggal di berbagai 'negara'. Musuh Islam juga cuma satu: 'mereka' yang tidak satu ide dengan identitas kelompok yang menunggalkan Muslim lintas batas negara ini. Di sinilah juga terletak bahanyanya ide-ide khilafah trans-nasional seperti HTI bagi kedamaian Indonesia. Walaupun yang ditindas Palestina kita wajib membalasnya. Walaupun kita tidak di sana musuhnya bisa siapa saja yang dapat diidentikkan dengan mereka.

Bomb Bali, bom bunuh diri pertama di Indonesia, menjadi awal transisi ide ini. Bali, meskipun bagian dari Indonesia, adalah wilayah yang paling tidak 'Muslim' dibanding yang lain. Karena itu, paling beda identitas 'kesatuan Islam'nya di banding wilayah lain. Setelah Bali, bomb-bom bunuh diri menyebar ke seleuruh Indonesia karena ternyata 'negara" Indonesia memusuhi para teroris ini dan jaringannya. Semakin sah bagi mereka untuk menganggap tidak ada Indonesia sebagai batas negara damai yang mengharamkan perang mereka.

Bagi mereka, identitas 'nasionalisme' mereka ya umat itu. Bukan Indonesia. Maka, jika kau ingin melahirkan teroris yang bisa bisa bertindak brutal di negeri ini, pertama-tama bunuhlah Indonesia. Sebaliknya, jika kau ingin mencegah lahirnya teroris dalam dirimu, keluargamu, dan lingkunganmu, hidupkanlah Indonesia.

YA LAL WATHAN!!!

Catatan Ramadan 3
Sumber : Status Facebook Arif Maftuhin

 

Friday, May 18, 2018 - 22:30
Kategori Rubrik: