Bolehkah Tidak Puasa Saat Wabah?

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Kalau yang tegas dibolehkan tidak puasa adalah mereka yang sakit, musafir dan tidak mampu. Al-Baqarah 184 dan 185 tegas menyebutkan.

Memang ada beberapa kasus yang tidak disebutkan, namun oleh para ulama diikutkan, seperti ibu hamil dan menyusui. Walaupun mereka rada berbeda fatwa tentang konsekuensinya.

Sakit itu sendiri macam-macam jenisnya. Tidak mentang-mentang sakit, ujug-ujung boleh tidak puasa. Para ulama sepakat bahwa tidak semua sakit biasa dapat keringanan meninggalkan puasa.

Jempol kaki yang cantengan itu juga sakit, apalagi kalau keinjek atau ketiban piano. Bisul yang disikut juga nyer-nyeran rasanya. Di-php-in mantan juga sakit, sakitnya tuh disini.

Tapi sakit-sakit kayak gitu jelas tidak menjadi udzur syar'i untuk tidak puasa.

Terus sakit yang kayak apa?

Pertama, yang kalau orang sakit itu ngotot mau puasa juga, dikhawatirkan akan bertambah parah sakitnya.

Kedua, kalau ngotot mau puasa juga, dikhawatirkan sakitnya nggak sembuh-sembuh.

Pasien corona tentu dapat keringanan, terrmasuk juga petugas medis dan kesehatan. Mereka ikut juga dihukumi sebagaimana orang sakit. Mereka harus jaga kesehatan dan kalau terpaksa harus makan minum yang cukup, tentu dapat keringanan.

Lalu bagaimana kita yang tidak sakit? Tidak ada keluhan atau pun gejala. Memang uniknya virus covid 19 ini bisa saja seseorang nampak sehat, tapi ternyata dia sakit.

Maka hukum keringanannya tergantung penampakan 'illatnya secara lahiriyah. Selama belum ada keluhan dan bukti yang pasti nahwa dia sakit, kita menjalankan hukum secara lahiriyah saja, yaitu tetap puasa.

Sampai nanti ada bukti bahwa kita sakit, misalnya ada gejala, maka kudu ditanyakan kepada dokter yang berwenang. Kalau dokter yang merawat menyarankan tetap puasa, berarti tetap puasa. Sebaliknya, kalau pak dokter bilang jangan puasa, yang sudah tidak usah puasa.

Sebab yang bisa menilai sakitnya itu akan tambah parah atau tidak kujung sembuh adalah dokter. Kita yang awam menyerah dan angkat tangan, bahkan angkat bahu lantaran tidak tahu. Maka tidak perlu sok tahu.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, April 25, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: