Bocornya Data Denny Siregar, Signal Bahaya NKRI

ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Dua pihak yang harus juga turut bertanggungjawab atas kebocoran data diri dan keluarga aktivis sosmed Denny Siregar tentu saja Kominfo dan Telkomsel. Kedua belah pihak ini harus mampu menjelaskan ke publik mengapa data diri Denny Siregar bisa diunggah sebuah akun twitter opposite 6891. Karena dua institusi ini yang berposisi sebagai regulator dan aplikator dalam data diri konsumen telekomunikasi.

Bila orang sekelas Denny Siregar saja datanya mudah dipublikasikan, bagaimana dengan data orang biasa? Tentang keamanan data memang selama ini jadi problem besar bagi masyarakat di Indonesia. Baik data di perbankan, operator seluler, dealer apalagi sekelas koperasi.

Tidak heran meski pemerintah sudah melakukan pengetatan kebijakan kepemilikan nomor seluler, spam message masih masuk dengan bebas ke nomor pribadi kita.

Hal ini menunjukkan bahwa data kita memang tersebar kemana-mana. Dalam kasus Denny Siregar, Telkomsel harus benar-benar melakukan investigasi secara detil. Apakah data bocor karena si pembocor dapat kiriman dari orang dalam Telkomsel atau si pembocor berhasil masuk dalam sistem data yang dimiliki oleh Telkomsel. Bila yang terakhir merupakan kejadian sesungguhnya, berarti sistem keamanan data Telkomsel sangat lemah dan harus diperbaiki. Tetapi jika pihak pembocor mendapat dari orang dalam Telkomsel, hal ini yang harus dilacak.

Dua pihak yang harus juga turut bertanggungjawab atas kebocoran data diri dan keluarga aktivis sosmed Denny Siregar tentu saja Kominfo dan Telkomsel. Kedua belah pihak ini harus mampu menjelaskan ke publik mengapa data diri Denny Siregar bisa diunggah sebuah akun twitter opposite 6891. Karena dua institusi ini yang berposisi sebagai regulator dan aplikator dalam data diri konsumen telekomunikasi.

Bila orang sekelas Denny Siregar saja datanya mudah dipublikasikan, bagaimana dengan data orang biasa? Tentang keamanan data memang selama ini jadi problem besar bagi masyarakat di Indonesia. Baik data di perbankan, operator seluler, dealer apalagi sekelas koperasi.

Tidak heran meski pemerintah sudah melakukan pengetatan kebijakan kepemilikan nomor seluler, spam message masih masuk dengan bebas ke nomor pribadi kita.

Hal ini menunjukkan bahwa data kita memang tersebar kemana-mana. Dalam kasus Denny Siregar, Telkomsel harus benar-benar melakukan investigasi secara detil. Apakah data bocor karena si pembocor dapat kiriman dari orang dalam Telkomsel atau si pembocor berhasil masuk dalam sistem data yang dimiliki oleh Telkomsel. Bila yang terakhir merupakan kejadian sesungguhnya, berarti sistem keamanan data Telkomsel sangat lemah dan harus diperbaiki. Tetapi jika pihak pembocor mendapat dari orang dalam Telkomsel, hal ini yang harus dilacak.

Monday, July 6, 2020 - 17:45
Kategori Rubrik: