Bo Xilai

Oleh: Babo
Bo Xilai adalah pria terpelajar dan cerdas. Dia lahir dari keluarga kaya raya. Istrinya cantik, mantan pramugari. Karena aura keluarganya yang kaya raya tidak sulit bagi dia masuk ke dalam lingkaran politik di China. Gayanya seperti orang Eropa. Bahasa inggrisnya sempurna. PResiden memberikan posisi sebagai Menteri Perdagangan. Saat itu eksport China tumbuh luar biasa. Karirnya semakin melesat. Masuk dalam kelompok 9 yang berpotensi sebagai pemimpin nasional China. Namun saat itu juga peran istri dan keluarganya semakin sulit dikendalikan. Mereka semakin kemaruk harta. Ini menjadi kendala baginya untuk menjadi orang nomor 1 di China.
Pesaing utamanya adalah Xijinping. Pria sederhana yang tidak sehebatnya dirinya. Politisi yang ayahnya pernah jadi korban politik kebudayaan. Masuk program kerja paksa. Kalau dia berhasil naik dalam kelompok 9 itu berkat kinerjanya yang dekat dengan rakyat dan ditempanya puluhan tahun berlelah. Xi tidak nampak ambisi untuk jadi orang nomor 1 di China. Karenanya dia menjauh dari intrik politik. Sementara Bo di drive oleh istri dan keluarganya untuk memenangkan intrik politik itu. Keluarganya membeli pengaruh Polisi Nasional. Sehingga praktis para elite politik takut dengan dia.
Tanpa disadari Polisi sudah jadi kekuatan politik tersembunyi. Menjadi pesaing utama Partai Komunis China. Keluarga Bo juga menjalin kekuatan dengan faksi politik yang disebut dengan kelompok Maoisme. Mereka kelompok militan yang marah dengan sistem politk semakin kapitalisme. Bo memelihara mereka sehngga membesar sebagai kekuatan baru di samping partai Komunis. Keluarga Bo juga bisa menempatkan kelompok Maoisme sebagai Gubernur ( walikota ) Beijing. Dengan demikian kekuatan di pusat praktis sudah dibawah kendali keluarga Bo.
 
Menjelang pemilihan Preside oleh Komite Rakyat Nasional. Bo dilarang militer masuk dalam ruang Komite rakyat untuk masuk dalam pemilihan. Dia kecewa. Tak pernah dibayangkan oleh dia sebelumnya. Tentara mengintervesi Politik. Sesuatu yang diharamkan sejak reformasi Deng. Tapi Bo lupa. Bahwa tentara suka dengan Xi. Tentara sudah gerah dengan ulah keluarga Bo yang memprovokasi Polisi nasional masuk ke ranah politik, sehingga kekuatan politik real tidak berdaya. Apalagi dia membuat kekuatan tandingan di luar partai yaitu Maoisme.
Xijinping terpilih sebagai presiden. BO bukan hanya kalah tetapi Kehilangan akses kepada politik. Setahun setelah itu, Walikota kota Beijing di hukum mati karena korupsi. BO balas dengan meledakan Kerusuhan anti Asing ( jepang ). Chaos melanda dibeberapa kota China. Tentara bersama Agent anti Korupsi Nasional begerak cepat dengan menangkap istri Bo dalam kasus pembunuhan pengusaha asing. Dari kesaksian istri Bo, terbongkarlah semua ulah Bo dan keluarga besarnya membiayai Elite Polisi nasional dan kelompok Maoisme. Setelah itu. pemimpin gerakan Maoisme, Jenderal polisi nasional dan beberapa pengusaha dihukum mati karena kasus korupsi.
Xijinping tidak menyentuh BO. Xi tetap meghormati BO sebagai sehabat. Bo datang ke Xijinpingi minta maaf. ? Xijinping katakan bahwa dia tidak punya masalah personal dengan Bo. Kepada rakyatlah minta maaf. Xi hanya minta Bo berpidato di hadapan perwakilan Rakyat tentang dosanya dan minta maaf lah. Setelah itu, BO mundur sebagai politisi. Dia masuk program bertapa di rumah khusus yang dijaga 24 jam oleh tentara. Seluruh akses informasi ditutup. Tidak boleh menerima tamu. Itu sampai ajal menjemput.
Moral cerita : Ketika Aparat hukum ( polisi dan KPK ) masuk dalam ranah politik, mereka akan melahirkan pemimpin yang tidak menghormati hukum. Mereka akan menghancurkan peradaban. Kalau akhirnya militer masuk dalam situasi itu, bukan karena militer anti kekuasan sipil. Tetapi tentara ingin menjaga marwah kekuasaan sipil dari upaya pihak yang hendak menginjak hukum. Mengaa ? Karena hukum adalah rakyat dan tentara harus setia kepada rakyat.
Anehnya cerita tentang Bo ingat akan Abas, MRS, ParPol-isi dan someone yang menjadi bohir ketiga itu. Kini harus manyun karena tentara berpihak kepada Jokowi. Sudah bisa ditebak Nasip Abas,MRS dan ParPol-isi …
 
(Sumber: FB Diskusi dengan Babo)
Tags: 
Saturday, December 5, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: