Blok Masela Umpan Maut Rizal Ramli Diselesaikan Elegan Jokowi

Oleh : Rudi Irnawan

Sejak masuknya aktivis pergerakan, DR. Rizal Ramli (RR) di Jajaran Kabinet pemerintahan Jokowi sebagai menko Maritim dan Sumber Daya sampai hari ini tidak terlepas dari perhatian mata publik.

Gaya pejabat ala RR yang Lugas, energik dan agresif menjadi ciri khas dan karakter langkah-langkahnya ketika memperjuangkan ide dan prinsip yang di yakininya benar dan bermanfaat untuk rakyat.

RR bukanlah tipe pejabat yang membeo atau ABS (Asal Bapak Senang). RR dengan kelihaian kalkulasinya yang matang dan tajam, membuka mata publik, bahwa negeri ini sudah ribet dan harus dirubah bersama-sama dengan cara yang progresif dan berani. Hanya menjadi petarung sejati dan jujurlah yang dapat merubah negeri ini

RR mantab pasang badan dan ambil resiko ketika memperjuangkan jalan perubahan kearah yang lebih baik dan bermanfaat dalan peogram aksi Nawacita. Jalan Perubahan yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian yang menjadi cita-cita besar Presiden Jokowi dan RR.

Pemanasan pertama RR dalam ambil resiko itu soal rencana pembelian pesawat Garuda oleh Menteri BUMN Rini Sumarmo dan Mengajak debat publik Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) terkait proyek listrik 35.000 MW.

Kemudian berlanjut dengan proyek-proyek kontroversial dan aroma kongkalikong lainnya. Seperti kisruh soal Dwelling Time di Tanjung Priuk, yang membuka mata publik bahwa disana ada banyak tangan-tangan gelap yang bermain mencari untung pribadi dan kelompoknya dengan menguasai sektor pelabuhan tersibuk di Republik ini.

Entah sudah berapa tumpuk pundi-pundi para mafia yang mengambil untung di Tanjung Priuk itu dengan melahap serakah kekayaan Negeri ini, mereka tanpa memperdulikan dampak dari ulah keserakahannya itu.

Presiden Jokowi yang terkesan santun dan sederhana, terlihat gundah kelana melihat carut-marutnya Tanjung Priuk, dengan penuh taktik dan strategi yang cukup cerdas dan nekat, presiden Jokowipun mengundang sang petarung si jurus Rajawali ngepret ke tengah gelanggang untuk melibas habis dan membenahi segala carut marut yang ada.

Umpan demi umpan di berikan presiden Jokowi ke menko RR. Fakta dan data ternyata cukup jitu, kali ini RR mampu menyelesaikan umpan demi umpan presiden Jokowi itu. Dwelling Time yang tadinya 7-8 hari berhasil di benahi ke angka 3 hari-an, para mafia yang selama ini nyaman melakukan penjarahan di Tanjung Priuk pun lari tungang langgang, orang-orang hipokrit muncul kepermukaan dengan sendirinya, Presiden Jokowi pun dengan gaya Jawanya tersenyum puas dengan kinerja sang petarung itu.

Kemudian tidak hanya berhenti di situ saja, kali ini sang petarung dengan penuh keyakinan progresifitas gerakannya, penuh berani dan beresiko tinggi, masuk ke area ngeri dan ganas, “pertarungan blok Masela”.

 Publik paham, di area tengah laut itu ada tangan-tangan gelap yang begitu kuat dan kejam yang akan menjarah kekayaan alam negeri ini. Umpan demi umpan tajam melawan tangan-tangan kejam dan kuat itupun di tabrak Menko RR dengan gagah berani dan jantan, dukungan rakyat dan aktivis militan pro RR begitu cepat dan menggema dari seluruh negeri, khususnya dari kawasan Indonesia Timur.

Umpan demi Umpan mulai dimainkan RR, dukungan rakyat dan aktivis militan pro RR pun semakin menunjukkan tensi meningkat dan berani, umpan yang di lempar RR kerakyat dan para aktivis militan langsung masuk kejantung tangan-tangan hitam itu, Kuntoro cs pun kelabakan, para pengamat politik dan budayawan yang menjadi supporter tangan-tangan hitam itupun lari tunggang langgang. Konsolidasi kongkalikong mereka porak poranda dihajar rakyat dan para aktivis melalui umpan-umpan RR.

Perhatian dan kemarahan publik, dan lari tunggang langgangnya tangan-tangan hitam itupun direspon presiden Jokowi secara jitu dan elegan, “Kita Putuskan Dibangun Di Darat”.

Hal itu Sungguh finishing yang sangat cantik dan elegan dari RR oleh Jokowi. Rakyatpun gembira dan Terharu, “Bahwa Niat Baik Ahirnya Menemukan Kejayaannya” dan gebrakan gila dengan standart moral yang tinggi akhirnya “Memenangkan Pertarungan”.

Itulah kolaborasi maut Jokowi-RR yang saling melepas umpan demi umpan dan diselesaikan secara jitu dan membanggakan.

Test the water Jokowi melalui RR itu mampu membuat tangan-tangan hitam keluar dari sarang, rakyat dan aktivis bahu membahu menghajar mereka. Hanya kekalahan dan hina yang akhirnya mereka dapatkan.

Yang katanya Budayawan akhirnya kebusukanya terbongkar.

Yang konon para pengamat politik independent akhirnya watak hipokritnya terbongkar. Yang konon anti Korupsi, Topengnyapun terbongkar.

Yang katanya politisi hebat dan senior akhirnya langkah liciknya terbongkar.

Menko RR yang tidak suka Jumawapun akhirnya hanya bilang; “Putusan Blok Masela, Kemenangan Rakyat Indonesia”** (ak)

Sumber tulisan: kompasiana.com

Sumber foto :jokowinomic.com

 

Saturday, March 26, 2016 - 08:45
Kategori Rubrik: