BKPM Ajak Asosiasi Bisnis Korsel Jajaki Indonesia

Ilustrasi

RedaksiIndonesia – Untuk meningkatkan arus investasi asing langsung masuk Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjajaki kerja sama dengan tiga bank dan asosiasi bisnis Korea Selatan.

"Bentuk kerja sama tersebut dapat memperluas jalur informasi mengenai potensi investasi dan 'network' dengan investor-investor potensial," kata Kepala BKPM Franky Sibarani. Lembaga perbankan itu adalah KEB Hana Bank, Woori Bank dan Shinhan Bank serta asosiasi bisnis Federation of Korean Industries (FKI).

Kerja sama tersebut juga mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam rangka memfasilitasi investor asal Indonesia untuk berinvestasi di luar negeri.

KEB Hana Bank memiliki ribuan cabang di Korea Selatan dan jaringan yang luas di 22 negara di seluruh dunia. Bank tersebut mengawali bisnisnya di Indonesia dengan mengakuisisi Bank Bintang Manunggal pada 2007.

Sementara  Woori Bank yang memiliki jaringan yang tersebar di beberapa negara di Asia, Australia, Eropa, Amerika dan Afrika itu didirikan pada 1899 di Korea Selatan dengan nama Daehan Cheonil Bank.  Lebih dari 20 cabang dimiliki Bank Woori Saudara yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali.

Shinhan Bank merupakan bank pertama di Korea Selatan yang didirikan pada 1897 dengan nama Hanseong Bank. Di Indonesia, bank tersebut sedang dalam proses mengakuisisi dua bank yakni Centratama National Bank yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur, dan Bank Metro Express yang berpusat di Bandung, Jawa Barat.

FKI, yang didirikan pada 1961, bersama dengan organisasi lainnya seperti Korea Chamber of Commerce and Industry, Korea International Trade Association dan Korean Federation of Small Business, merupakan organisasi ekonomi terbesar di Korea Selatan. Organisasi tersebut menaungi asosiasi-asosiasi yang mewakili semua sektor industri di Korea Selatan dan perusahaan besar Negeri Ginseng seperti GS Corporation, Samsung Electronics, Kumho Industrial, Kumho Petrochemical, Kumho Tires, Korean Airlines, Hanwha Corporation, Hyundai Motor, LG, Doosan Capital, Doosan Construction dan Lotte Corporation,jelasnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/10/2015).

Direktur Kerja Sama Dunia Usaha Internasional Indra Darmawan menambahkan bahwa ketiga bank Korsel dan asosiasi bisnis FKI tersebut menyambut baik rencana kerja sama promosi investasi di kedua negara.

Kerja sama itu mencakup kegiatan-kegiatan dalam rangka meningkatkan investasi dari Korea Selatan ke Indonesia dan sebaliknya.

"Antara lain penyelenggaraan kegiatan promosi investasi bersama, keikutsertaan dalam forum-forum investasi yang diselenggarakan oleh para pihak, serta pertukaran data dan informasi antara kedua pihak terkait investasi, seperti mengenai regulasi investasi serta peluang investasi di masing-masing negara," paparnya dalam kegiatan yang diselenggarakan bersama Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Seoul, Kamis (15/10).

Total keseluruhan realisasi investasi dari negara tersebut adalah sebesar 7,6 milliar dolar AS dengan 4.119 proyek. Korea Selatan sendiri merupakan salah satu investor terbesar bagi Indonesia. Sepanjang Semester I 2015, realisasi penanaman modal asing (PMA) dari Korea Selatan adalah mencapai 0,8 miliar dolar AS.

 

Sunday, October 18, 2015 - 13:30
Kategori Rubrik: