Bisnis Trust

ilustrasi

Oleh : Mayaniskala Niskala

Kepada rekanku yang telah puluhan tahu menjalin kerjasama, tapi belum pernah ketemu, ini terjadi berkat teknologi komunikasi, dan belakangan peran medsos, sehingga kita saling melihat wajah kita.

Bisnis itu Trust demikian para pakar Interpreuner mengatakan. Dan memang benar Trust atau Kepercayaan adalah salah satunya, tentu masih ada unsur- unsur lainnya baik soft skill maupun hard skill yang harus dimiliki selaku interprenuer.

Di laman ini saya hendak bercerita tentang sebuah relationship yang akan menggambarkan betapa penting nya Trust itu. Suatu hari saya sebagai Interprenuer ( bergerak di general supplier & kontraktor) biasa ikut lelang di proyek pemerintah mendapat order secara mendadak, sudah menjadi kebiasaan di pemerintahan Anggaran dibuat sudah jauh-jauh entah kapan di ujung tahun baru di eksekusi jadi tergopoh-gopoh. Saya diminta menyediakan barang2 mebelair untuk sebuah kantor Kementrian, meja, kursi, lemari besi, filling cabinet dll.

Saya diberi waktu cukup singkat kurang dari dua minggu, sedang untuk berkonsultasi spesifikasi product saja butuh waktu. Singkat crita saya browzing distributor mebelair yg qualified dan variatif secara product. Dari browzing tersebut saya memilih salah satu distributor tentu with feelling. Pilihan sdh saya tentukan dan saya hubungi distributor tersebut saya bicara by phone dengan person yg berkopenten, saya konsulasi spesifikasi product yang saya inginkan dan akhirnya menentukan pilihan item-2 product yg akan saya ambil / beli. 

Harga sudah disepakati dengan minta diskon dan lain2 tentunya. Komunikasi antar dua pihak penjual dan pembeli lancar, ini sangat penting. Saya sebagai pembeli hanya kenal via telpon tidak mengenal penjual, begitu pula sebaliknya. Numun dengan adanya contact bertelpon, mendengar suara proses sebuah relationship terjalin, terjadilah good will antar keduanya.

Setelah harga disepakati, saya minta barang segera dikirim ke kantor Kementrian yang saya maksud. Penjual oke dan tidak bertanya kapan uang DP nya mau dikirim, tapi malah bertanya kapan barang dikirim?. Disinilah yang dimaksud Trust. Keduanya saling percaya, berkeyakinan akan berkomitmen dengan baik dan benar. Sesegera mungkin saya akan membayar barang pesanan itu. Jikapun tidak bisa segera melunasi, akan dibayar dengan tempo beberapa hari atau minggu. Hubungan bisnis yang baik itu terus berjalan. Transaksi kami mungkin sudah ratusan juta atau bahkan milyar. Tapi kami belum pernah bertemu.

Hari ini adalah tahun ke sepuluh, dan saya very very appreciative dengan jalinan bisnis kami. Walaupu ksmi hanya bertemu suara. Belum pernah ketemu face to face. Tapi kami tetap bisa saling bersinergy. Inilah arti Trust itu.

Trust itu terwujud dari berbagai faktor, ada aktor keyakinan, faktor feeling , faktor feasibility, juga mungkin faktor promotion di satu pihak dan faktor kualitas di lain pihak.

Demikianlah yg namanya "Trust" adalah sebuah keberanian dan keyakinan, sekaligus lompatan atau sebuah strategi untuk mencapai tujuan. Menurut saya Trust ini tidak hanya berlaku di dalam bisnis saja, tapi juga dalam sebuah organisasi, lembaga dan komunitas baik yang profit oriented maupun yg non profit. Bagaimna menurut anda??

Salam buat pak Gunadi " Selaras " yg selalu baik, selalu support walau kita tdk pernah bertemu. Salam sehat dan jangan lupa bahagia.

Sumber : Status Facebook Mayaniskala Niskala

Thursday, May 28, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: