Bisnis "Teologi"

Ilustrasi

Oleh : Mohammad Monib

Sebagai pengantar, saya tak akan melakukan sentilan & godaan pada aspek teologi teman2 non muslim. Konten & dogma tidak akan saya sentuh. Tidak akan bicarakan right or wrong dari agama teman2. Saya hanya akan nyentuh fenomena sosiologi, prilaku & aksi2 yang saya lihat butuh kritik. Fenomenologi & religious studies saja. Demi makna beragama yang sehat & berkah bagi sesama & kebangsaan. Demi keindonesiaan. Berikut tulisan menarik.

BISNIS GEREJA

Bisnis gereja adalah bisnis yang sangat menguntungkan, apalagi diadakan di kota-kota besar.

Hanya dengan modal sewa gedung, sewa pemusik, undang artis, dan pendeta yang membawakan Firman yang lucu dan menyenangkan pastilah SUKSES.

Tidaklah diperlukan suatu keahlian khusus bahkan lulusan SD pun mampu menjalankan bisnis ini, asalkan ia bisa mengambil hati jemaat dan bermulut manis maka ini adalah suatu bisnis yang sangat menguntungkan.

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru- guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.(2 Timotius 4:3)

Jemaat suka dengan keselamatan yang mudah, “Asal percaya saja pasti selamat”. BUKAN PROSES!

Mereka suka dengan kekayaaan dan berkat jasmani yang instan, mujizat dan janji-janji Tuhan.

Tawarkan mereka kemudahan dan doakan mereka dengan janji-janji berkat, kemudian ajarkan mereka memberi dan tekankan PERPULUHAN dengan ancaman “JANGAN MENCURI MILIK TUHAN!”.

Tipu mereka dengan ayat-ayat Alkitab (terutama Maelakhi 3), jangan beri tahu mereka konteks dari ayat-ayat tersebut.

Mereka pasti percaya karena pendeta sudah mereka anggap seperti wakil Allah.

Tapi itu belum cukup, berikan juga mereka janji-janji berkat bila membayar perpuluhan dengan benar, katakan Tuhan akan menggantinya 30, 60 bahkan 100 kali lipat.

Bila masih kurang, maka gembala dapat memotivasi para Jemaat untuk memberi persembahan dengan kesaksian berkat-berkat yang didapat berlipat kali ganda dengan menabur di gereja.

Hal itu akan memberikan KEUNTUNGAN yang sangat SPETAKULER.

Bukan hanya itu saja, gereja pun dapat memperoleh keuntungan dari jemaat yang miskin dengan menjual nama mereka sehingga aliran dana pun bertambah besar disamping nama baik juga terjaga.

Atau mendapatkan pekerja gratisan dari orang-orang yang tulus hatinya, suatu perusahaan yang sangat menguntungkan karena tidak perlu membayar gaji karyawan-nya.

Bisnis gereja adalah suatu bisnis yang sangat menguntungkan, selain kehormatan, karyawan gratis dan uang pun mengalir deras, asalkan data keuangan harus dijaga ketat dan untuk berkelanjutan, bisnis ini pun dapat diwariskan pada anak cucu nanti.

Membangun kerajaan pribadi dengan kokoh dan kuat, hanya saja harus hati-hati pada mereka (pekerja) yang kritis, singkirkan mereka sebelum ada masalah.

Buka mata lebar-lebar, lihatlah keadaan gereja zaman sekarang dan perhatikan apakah gereja Anda adalah milik Tuhan atau milik pendeta?

Sumber : Status Facebook Mohammad Monib

Sunday, April 8, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: