Bisnis Minyak Timur Tengah

ilustrasi

Oleh : Ditya

Iran berhasil menjual dan mengirim minyaknya ke Venezuela dan berita baiknya adalah kerjasama kedua negara tidak menggunakan US dollar. Tentu ini tamparan keras bagi pemerintahan Trumph.

Venezuela ini pada akhirnya seperti Indonesia, negara yang awalnya sukses sebagai pengeksport minyak bumi tapi karena salah kelola akhirnya harus import minyak.

Menurut saya, negara yang yang sukses mengelola sumber daya alamnya dengan sangat baik adalah Norwegia dan Qatar.

Norwegia, salah satu negara pengeksport minyak bumi dan gas alam di dunia tapi tidak terdapat kemewahan yang mencolok disana. Norwegia tidak memanjakan warganya dengan subsidi BBM. Harga satuan minyak dan gas disana sama dengan harga minyak international. Warganya juga tidak bebas pajak, negara tetap menarik pajak tinggi. Rakyat Norwegia tidak keberatan dengan pajak tinggi yg diberlakukan karena mereka memdapat imbal balik kesejahteraan dalam bentuk kesehatan, pendidikan dan jaminan masa pensiun.

Sejak awal, Norwegia tidak mau jika ekonominya terlalu bergantung besar pd minyak, sehingga ketika harga minyak anjlok mereka tidak terkena dampak parah seperti negara lain semisal Venezuela, Arab Saudi ataupun Brunei.

Terus kemana duit hasil eksport minyak dan gas alam? Ditabung dan diinvestasikan!. Uang hasil eksport dikelola negara dalam suatu yayasan pensiun dalam bentuk investasi ke berbagai industri dan saham dunia. Uang yng dikelola sampai saat ini sekitar $1 trilyun. Makanya warga Norwegia termasuk warga paling sejahtera di dunia. Begitu mereka pensiun, mereka akan mendapatkan uang yg berluber luber dari pemerintah hasil tabungan tersebut. Warga Norwegia akan jadi milyuner kalo udah pensiun.

Hasil uang yg diinvestasikan di industri perikanan, pertanian dan makanan dan mereka membeli saham serta surat utang di seluruh dunia. Tidak heran kalau Norwegia juga salah satu negara produsen pangan terbesar di dunia.

Qatar, salah satu negara kecil di Teluk Persia tapi lebih makmur drpd negara tetangga seperti Emirat Arab, Saudi, Bahrain dan Oman. Ekonomi Qatar ini bukan minyak, tapi gas alam. Dan pengelolaan hasil eksportnya juga sangat baik. Importir terbesar Qatar adalah China.

Qatar menyadari bahwa SDA akan tiba masanya habis atau harganya fluktuatif, karena itu Qatar menyadari bahwa ekonomi mereka tidak boleh bergantung pada gas alam saja. Tahun 2005, Qatar membetuk sebuah badan yang dikenal dengan " Qatar Investment Autority" badan ini dibentuk untuk mengelola hasil penjualan gas alam Qatar untuk di investasi kan keseluruh dunia sehingga memberikan keuntungan berlipat.

Badan otoritas investasi Qatar ini menginvestasikan hasil penjualan gas alam ke berbagai sektor diseluruh dunia diantaranya produsen unggas terbesar di Turki, perusahaan minyak Russia Rosneft, perusahaan nasional Inggris yakni Grid PLC. Qatar juga memiliki beberapa property mewah di Hollywood, beberapa gedung dengan ruang perkantoran di New York, property perumahan di London, fashion mewah di Italy dan membeli beberapa klub sepak bola Eropa.

Qatar juga memiliki saham di bank2 Jerman, menjadi pemegang saham terbesar di perusahan mobil mewah VW. Di London, Qatat memiliki beberaha property dan hotel mewah.

Di Russia, Qatar memiliki 24 persen saham di St.Petersburg Airport dan juga membeli perusahaan komuditas pertanian terbesar yang beroperasi di Russia.

Kalau digoogling masih banyak lagi saham2 Qatar diberbagai negara. Dan karena kekayaannya Qatar juga cukup kuat dari sisi politik di Timur Tengah, yg bisa dilihat melalui stasiun televisinya yaitu Aljazeera.

Negara2 yg bisa mengelola sumber daya alamnya dengan baik terbukti lebih kuat dan survive. Dan baru akhir akhir ini banyak negara yang mulai sadar tentang bagaimana pengelolaan minyak yg baik ala Norwegia dan Qatar ini, makanya banyak negara yg berusaha mendiversifikasi perekonomiannya ke sektor lain seperrti Saudi, Brunei, Emirat Arab dan juga Oman.

Sumber : Status Facebook Ditya

Wednesday, May 27, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: