Bisnis Licik Keyakinan

ilustrasi
Oleh : Danz Suchamda
Bisnis keyakinan adalah bisnis paling menguntungkan. Return on Investment (ROI) –nya paling gede. Hanya modal ludah bisa dapat untung jutaan, puluhan juta bahkan ratusan juta.
Bisnis ini sangat menguntungkan karena konsumennya TIDAK BISA membuktikan keaslian atau tidaknya produk / jasa yang dijual. Semua semata JANJI atau PERASAAN. Jadi yang perlu dilakukannya hanyalah memanagement perasaan konsumennya supaya tetap setia bahkan mencari pelanggan baru. Sukur-sukur bisa ketagihan.
Bisnis Jimat, bisnis pusaka, bisnis batu2 permata, bisnis makanan kesehatan, bisnis surga termasuk jenis ini. Konsepnya adalah profit diterima dulu oleh penjual, sedangkan hasilnya adalah di kemudian hari nanti. Kalau “nanti” tidak terbukti, berarti anda tertipu. Anda mengeluarkan investasi sia-sia, menghabiskan energi bahkan waktu hidup anda.
Tetapi bukan berarti tidak ada jimat, pusaka, permata, makanan kesehatan atau surga yang asli. Hanya saja yang asli paling 5% dari yang terdapat di “pasar”, sementara 95% lainnya adalah palsu. Itu pengalaman saya karena saya juga hobi koleksi jimat, pusaka, permata, barang2 antik. Saya merasa bidang ini memiliki SENI tersendiri. Ya, saya katakan SENI, karena perlu kejelian tinggi untuk mampu memisahkan antara mana yang asli dan mana yang palsu. Itu pun sesekali juga tertipu. Hanya saja persentasenya minimal.
Yang kasihan adalah orang-orang yang menjual aset harta benda bahkan rumah mereka demi mengejar impian. Saya lihat “pusaka” yg dimaharinya, ternyata hanya pantas untuk masuk tong sampah (tentu saya diam saja tidak mengatakannya pada dia, kasihan). Tapi bagaimana bila janji itu adalah mempertaruhkan jiwa anda??? Apakah anda rela membiarkan teman anda berakhir di tong sampah??? Uang hilang bisa dicari lagi, tapi jiwa sesat akan sangat sulit kembali lagi (kalau mungkin).
Saya coba berbagi beberapa tips yang bisa digunakan bila anda hobi koleksi keyakinan :
1. “Percayalah mata anda bukan telinga anda”.
Artinya, anda tidak perlu percaya hal-hal / janji yang dia omongkan. Tapi telitilah kualitas produk / jasa yang ditawarkan melalui pengamatan yang teliti. Seorang kolektor pusaka tidak pernah membeli janji, tetapi ia bisa menilai jenis apa besinya, garapannya, bahkan dengan diraba pun bisa menjadi salah satu faktor penentu asli atau tidaknya.
2. “Reputasi adalah Tuan”
Karena sebagai pembeli tentu pengetahuannya masih sedikit atau awam, maka kalau anda hendak membeli suatu keyakinan, maka yang sangat perlu bahkan mutlak dijadikan tolok-ukurnya adalah REPUTASI. Kalau seorang penjual reputasinya sudah jelek : suka berbohong, terkenal suka nipu disana-sini....sudah jelas tinggalkan saja sekalipun kata-kata dia begitu manis. Saya pribadi, bila ada 1 saja akun kustomer yang komplain akan kualitas barang, maka itu menjadi suatu tanda warning besar. Reputasi 99% adalah minimal. Kalau ada dua kebohongan....lupakanlah. Dua itu cuman pucuk gunung es.
3. “Prosesnya Tanpa Cacat / Tanpa Kejanggalan"
Kita sebagai manusia yang terbatas persepsi inderanya, maka hanya bisa menilai keaslian dengan menggunakan 5 indera persepsi + 1 indera pikiran. Gabungan dari 6 hal itu akan membuat suatu kesimpulan. Maka proses penginderaan itu sendiri harus dijaga agar tidak menjadi bias. Sederhananya : untuk melihat seorang perempuan benar2 cantik maka jangan melihatnya di tempat remang-remang....bulukannya gak kelihatan!
Pernah saya gabung dengan suatu tim dari sebuah kegiatan amal. Menemui satu orang perempuan muda yang minta tolong bantuan keuangan karena kakeknya sakit parah. Standar prosedur kami tentu kami disyaratkan tidak boleh percaya omongan, melainkan harus cek. Kami datang ke rumahnya untuk menemuinya. Saya menemukan kecurigaan, meja dan perabotan2nya semua berdebu. Saya diam saja terus ngobrol ngalor ngidul. Lalu saya permisi ke WC-nya. Ternyata benar, WC-nya kering, dan saya amati dapurnya...semua berdebu. Itu adalah suatu CACAT BESAR...tapi tentu saya tidak boleh membuat judgment sepihak. Lalu saya tanya, “Sudah lama tinggal disini?” Dia jawab iya. Lalu saya tanya lagi “Kok saya tidak melihat kakekmu itu?” Dia menjawab, “Oh dia sakit terbaring di kamar tidak bisa bangun”. Jelas BOHONG ! Anggota tim kami yang lain jatuh kasihan, tapi saya katakan “Jangan ditolong...penipu itu!” Belakangan hari terbukti memang dia penipu.
4. Pepatah lama kita mengatakan "Emas murni tidak takut diuji".
Kalau seorang penjual menjadi marah karena kita banyak bertanya atau ragu terhadap keaslian produk / jasanya....itu suatu indikasi besar bahwa dia hendak menipu. Bila produknya asli, dia tidak akan keberatan diuji karena memang bisa dibuktikan. Bahkan kita lihat di pameran2 produk, mereka berlomba-lomba memberikan demo untuk membuktikan produknya.
5. Perhatikan UMPAN apa yang digunakan untuk menjerat anda.
Bisnis-bisnis scam (penipuan) biasanya menggunakan tidak sekedar kata-kata manis atau janji2 setinggi gunung (seringkali tidak masuk akal, atau terlalu indah), tetapi juga menggunakan perempuan-perempuan cantik, sexual attraction, "kepedulian" lebih pada anda (khususnya ketika anda sedang jatuh), bonus2, dsb (tak terbatas). Intinya, anda harus SADAR batin anda sendiri memunculkan keinginan yang akarnya dimana, disitulah akan dimanfaatkan celahnya. Kalau anda ketakutan, maka mereka akan menawarkan keselamatan. Kalau anda miskin, maka mereka akan menawarkan anda kaya. Kalau anda ingin sex, mereka akan memberikan anda wanita2 cantik. Kalau anda haus mujizat, mereka akan memberikan trik sulap. Itu semua adalah UMPAN. Dan itu adalah suatu indikasi bisnis keyakinan curang!
Tak kurang pria / wanita lajang yang keporot-porot habis uangnya akibat scam dalam aplikasi perkenalan / perjodohan. Hiu-hiu diluaran itu tahu anda sedang dalam kesepian / desperate! Disitulah anda akan disetir psikologi anda untuk memenuhi tuntutan mereka.
Kembali lagi ke prinsip utama : kalau yang hilang itu adalah uang atau harta benda, anda bisa mencarinya lagi. Tapi kalau yang hilang itu adalah jiwa anda....kesadaran anda....kewarasan anda.... maka segala-galanya dari anda akan ia kuasai. Oleh karena itu anda harus sangat berhati-hati untuk menaruh suatu keyakinan.
Yang saya heran, ada yang jualannya terbongkar berkali-kali 90% dari 100% bohong...kok masih ada yg percaya? Keledai saja tidak mau masuk ke lobang yang sama 2x.
Pertimbangkan juga dari sisi kerugian waktu. Waktu yg habis utk "investasi" bermodal keyakinan, tidak bs kembali. Menjadi pelajaran hidup jelas iya, tapi toh tetap tidak akan pernah kembali. Daripada anda membuang2 waktu dan energi untuk mencari yang asli di kolam yang palsu, lebih baik tinggalkan dan mencari ke arah yang berlawanan. Bila menemukan orang benar, walau satu , peliharalah hubungan baik dengannya. Karena seperti itulah sejatinya yang disebut permata (bukan kaleng-kaleng).
Demikianlah sekilas wisdom yang dapat saya bagi untuk melindungi masyarakat kita dari praktek-praktek licik bisnis keyakinan. Bila anda rasa bermanfaat sekiranya mohon membantu membagikan pengetahuan ini ke khalayak luas agar penipuan tidak meraja-lela. Masyarakat kita perlu belajar bisa membedakan kualitas mana asli mana imitasi / palsu.
Rahayu
Sumber : Status Facebook Danz Suchamda
Tuesday, January 12, 2021 - 09:30
Kategori Rubrik: