Bisnis dan Para Petarung

ilustrasi

Oleh : Muhammad Arif Kirdiat

Keputusan bisnis itu memang berat dan harus ditempuh. Chevrolet harus menutup core bisnis mereka di Indonesia dan Thailand. Sama seperti Nissan yang harus mundur beberapa langkah dan melompat jauh kedepan setelah mereview hasil kajian bisnisnya.

Saya bisa paham saat Pak Jacob Utama mulai merambah bisnis perhotelan karena melihat usaha koran cetak dan TV mulai redup.

Usaha Nadiem juga awalnya jatuh bangun dan ditolak permintaan modalnya ke Sandiaga Uno karena Sandi tidak melihat prospek Gojek 10 tahun lalu dan itulah kesalahan prediksi seorang Sandi melihat pasar yang bergerak.

19 tahun lalu, Rusdi Kirana yang hanya petantang petenteng jualan tiket di Soekarno Hatta ditertawai oleh rekan travelnya saat ia menerima tawaran sewa pesawat dari Amerika paska 911. Kini ia salah satu jawara maskapai Asia Tenggara dengan ratusan pesawatnya.

Bisnis adalah seni melihat peluang dan kematangan mengambil celah keuntungan. Seorang CEO harus pandai menari diatas kecepatan dan ketepatan menaruh saham serta bersabar dalam meniti terjalnya keputusan yang belum tentu untung atau buntung.

Bisnis hanya bisa dijalani oleh para petarung yang siap menahan perihnya cercaan dan bersabar menanti laba sambil tetap optimis bahwa dibalik doa yang dipanjatkan ada secercah harapan bahwa Tuhan tidak tidur dan yakinlah bahwa keranjang kita tak mungkin tertukar oleh orang lain dalam menjemput rezeki kehidupan.

Sumber : Muhammad Arif Kirdiat

Sunday, March 1, 2020 - 12:00
Kategori Rubrik: