Bisikan Sesat Sang Sengkuni

Oleh : Rudi S Kamri

Saya banyak mendapat pertanyaan dari teman- teman saya : Kapan Amien Rais ditangkap ? Jujur itu juga merupakan pertanyaan pribadi saya. Karena menurut saya Amien Rais lah yang berperan sebagai aktor utama yang memprovokasi sikap kengototan seorang Prabowo. Jiwa ambisius dan sikap "malu kalah lagi" dari Prabowo dikompori habis oleh Amien Rais dan elite kelompok Islam radikal untuk tetap membabi-buta menyerang menerjang. Tapi ada satu hal yang mereka lupa, dengan metode apapun dan bukti palsu apapun bahkan dengan jalan apapun dapat dipastikan Prabowo akan tetap menjadi Juara 2 kontestasi Pilpres 2019.

Realita ini yang dicoba diputar balikkan oleh pembisik Prabowo yang dikomandani Amien Rais. Sengkuni Milenial ini pula yang di awal hari sudah menggaungkan "people power". Pada saat para pemeran pengganti gerakan "people power" seperti Eggy Sudjana, Kivlan Zein, Bachtiar Nasir, Haykal Hasan sudah mulai tumbang dan sebagian lari tunggang langgang, si sutradara drama Amien Rais serta merta langsung mengganti judul dramanya : GERAKAN KEDAULATAN RAKYAT. Apa bedanya dengan "people power", jawabannya : Sami mawon alias sarua keneh alias podo bae.

 

Akal-akalan Amien Rais dan kelompok Islam garis keras ini, akan membuat Prabowo semakin terpuruk ke dasar jurang kegagalan. Secara konstitusional hampir tidak ada celah dia bisa memenangkan Pilpres 2019. Karena semua tahu bukti kecurangan yang mereka punya akan terlalu mudah dimentahkan oleh KPU, Bawaslu dan MK. Tidak ada bukti kecurangan dari pihak manapun baik dari penyelenggara Pemilu maupun dari peserta Pemilu yang Terstruktur, Sistematis dan Masif apalagi Brutal. Justru cara mereka dalam menyikapi kekalahan yang terlihat kalap dan sangat brutal.

Prabowo harusnya realistis, bahwa saat ini TNI POLRI dan Lembaga Intelejen Negara seperti BIN dan BAIS sangat KUAT SOLID dan LOYAL, kepada Kepala Negara yang sah. Jadi sudah dapat dipastikan gerakan dan skenario apapun yang akan dibuat yang dianggap berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat akan dilibas tegas. Jadi lebih baik bersikap realistis dan legowo saja. Jadilah manusia yang tunduk pada kodrat anak bangsa yang taat kepada konstitusi.

Prabowo mungkin tidak takut dengan POLRI. Tetapi Prabowo jelas harus berfikir saat ini TNI sudah berposisi memback up penuh POLRI dalam menerapkan hukum serta aturan yang berlaku. Bagi TNI, bila sudah berbicara keselamatan Bangsa dan Negara tidak pernah main setengah hati. Prabowo jelas faham hal ini, tetapi bagi orang-orang penggembira di sekitarnya mungkin tidak paham konsekuensi logis yang akan terjadi, makanya mereka tampak tetap emosional dan nekat. Kita tunggu tanggal 22 Mei, bisa saja ada percikan kecil yang akan terjadi. Namun Panglima TNI bersama Kapolri menyatakan "sudah siap" menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi.

Jangan dengarkan Amien Rais sang Sengkuni Milenial !!!

Dia hanya akan mengadu domba sesama anak bangsa. Genetika pemberontak dan anti kemapanan sudah mendarah daging dalam setiap apapun tindak-tanduknya. Di dahi Amien Rais sudah ada cap yang tertulis KEGAGALAN dan KEBOHONGAN. Jadi buat apa orang seperti ini didengarkan Pak Prabowo ?

Prabowo seharusnya menyadari bahwa apapun langkah inkonstitusional yang akan ditempuh hanya akan membuat namanya tercatat dalam lembaran hitam sejarah demokrasi Indonesia. Waktu seminggu cukup bagi Prabowo untuk kembali merenung dan instrospeksi diri. Saya berharap mudah-mudahan masih ada tersisa jiwa patriotisme dari seorang Prabowo agar korban jiwa anak bangsa bisa kita hindarkan. 

Kembali menjawab pertanyaan : Kapan Amien Rais ditangkap ? Sabaaaaar, aparat keamanan sedang memainkan teori makan bubur panas. Harus dinikmati dari pinggir perlahan-lahan. Setelah bukti cukup dan nyanyian para pemeran pengganti itu mulai terdengar nyaring, biangnya tinggal dibekuk ..Hap...lalu ditangkap dan membuat dia terjerembab di ruang pengap. Lihat saja !!!

Salam SATU Indonesia

Thursday, May 16, 2019 - 00:00
Kategori Rubrik: