Bingung dengan Buruh +62

ilustrasi
Oleh : Prasetyo BoediFrast
 
Menolak Omnibus Law biar buruh bisa seenak wudelnya bisa menekan Pengusaha & pemerintah? Itu mungkin perasaan saiya saja, tapi melihat fakta di sekeliling saya"aroma mau menangsendiri" itu benar2 saya rasakan.
Tragisnya buruh2 itu ternyata yang menggerakan adalah elite politik, ketua dan petinggi serikat2 buruh. Mereka (yang demo) rata-rata adalah orang di drive oleh elite politik yang percaya jika komunis bangkit dan menguasai Indonesia.
Hmm Anti Komunis tapi cita-citanya pingin seperti nabinya Kuminis -- yang menginginkan kelas buruh (proletariat) merujuk pada cita2 negara Sosialis & komunis di mana kaum proletar (kelas buruh) memegang kekuasaan politik.
Diktatur menurut Marxisme berarti semua kelas sosial memegang kendali ekonomi dan politik di dalam sebuah sistem yang demokratis.
Adakah ideologi yang sepenuh hati memperjuangkan kelas buruh di dunia ini selain Komunis?
Buat kelas buruh kira2 kalian curiga nggak dgn seorang Jenderal Angkatan Darat Purnawirawan yang sangat anti komunis dan konon sangat hedonis gaya hidupnya yg kawan dekat pengusaha kapitalis kok tiba-tiba mendadak mendukung perjuangan buruh --dari kutub elite politik & elite pemodal?
Dan kalian percaya dengan omonganya? Mogok nasional untuk melawan pemerintah? --- Bullshit kalau melihat track record oposisi pemerintah yang di kuasai oleh orang2 yang dulu kaum ORBAis yang sangat repersif pada buruh saat ORBA berkuasa rasanya imposible- hil yang mustahal jika mereka menang buruh bisa bertindak ugal-ugalan seperti saat pemerintahan di pimpin oleh jokowi saat ini.
NB; Kalau kalian kaum Buruh ikut2an anti Komunis tapi bercita-cita kaum buruh berkuasa bisa mengatur dan menekan Pemerintah -- itu sama saja dengan "pepatah"- Komunis Berbulu Domba. (Buruh Ngamuk cuma jadi bahan bakar Neo-Orbais Berkuasa , inget ya cuma jadi bahan bakar elite saja wahai kalian buruh kasta sudra).
 
Sumber : Status Facebook Prasetyo BoediFrast
Thursday, October 8, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: