Bila Wanita Hanya Obyek

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Kalau wanita itu dianggap hanya obyek fisik tanpa punya kapabilitas intelektual, ya jadinya foto diblur seperti kasus mahasiswa PTN di Jakarta dan jogja. Wanita cuma dianggap sebagai obyek pembangkit nafsu, bukan manusia yang punya akal budi, punya intelektualitas, punya kehormatan.

Orang2 begini kalau konsisten harusnya nggak mau kerja di Pertamina yang dirutnya perempuan atau PJB atau kementrian keuangan atau kuliah di ITB dan Unpad yang dipimpin perempuan. Mengapa?karena mereka nggak mengakui eksistensi perempuan.

Miriplah dengan mahasiswi nggak mau nyalam dosennya/guru laki2nya. Ustadznya yang ngajari begitu mikir perempuan cuma betina, bukan manusia yang harus dihormati, layak diberi selamat. 

Pola pikir abad 7 dibawa ke abad 21. Boleh sih tapi akan jadi outlier dan nggak menyumbang apa2 bagi peradaban. Jaman2 LGBT gini bisa jadi laki2 suka sama laki2..kalau mikirnya gitu mestinya justru mahasiswa nggak boleh nyalam dosen laki2nya. Iya kan?

Para mahasiswa itu perlu diluruskan pikirannya. Ini pola2 pembodohan yang dilakukan ke generasi muda. Bangsa ini perlu generasi muda yang anti korupsi, berpikir maju, menghargai kebhinekaan, toleran.

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Wednesday, February 12, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: