Bila Tak Dijamin KBRI, HRS Bisa Terkena Hukuman Pancung

Oleh: Arloren Antoni

 

Dari bahasa Kedutaan Besar Arab Saudi pada siaran persnya, jelas posisi Habib rizieq Shihab sangat terancam. Dia bukan bebas. Tapi bebas dengan Jaminan dari Kedutaan Besar Indonesia di Saudi Arabia. Agar tidak melarikan diri. Kasusnya bisa saja tetapa dilanjutkan karena kejahatan makar di Saudi adalah sebuah kejahatan serius.

HRS dianggap sebagai bagian dari Ekspatriat disana, bahasa kasarnya adalah TKI di Saudi sana. Mengibarkan bendera HTI disana dianggap kejahatan serius. Itu kejahatan berat. HRS bisa saja dipancung karena pasal pasal makar kepada Keluarga Kerajaan Al-Saud. Setiap kejahatan makar disana tidak ada obatnya. Hukumannya adalah dipancung. Bahkan warganya yang lari keluar negeri seperti Jamal Kashogi diburu oleh Inteligen Saudi dan di mutilasi.

 

 

Dalam kejadian ini saya ingin menyampaikan pesan kepada warga kita yang sering berdalih bahwa bendera Hitam itu adalah bendera Tauhid. Itu keliru. Itu bendera HTI. Dan mereka memang bermaksud makar menggantikan Dasar Negara kita yang damai dengan system bernegara ala mereka yang tidak menghargai Kebhinnekan di Nusantara.

Sudahilah polemik soal bendera HTI. Dan kita sadari bahwa dijaman Rasul tidak ada susunan huruf arab dengan khat seperti itu. Khat dengan penggunaan baris dan titik tidak dikenal di jaman Rasul. Khat seperti itu muncul ratusan tahun setelah Rasulullah wafat. Kalo saya tidak salah, khat dengan menggunakan baris dan titik itu muncul sekitaran abad 15 Masehi. Jadi keliru besar kalo katakan bendera HTI itu adalah bendera Rasul.

Keluarga kerajaan sangat Anti pada siapa saja yang ingin mengusik kekuasaan dinasti keluarga mereka. Mungkin ada miripnya dengan Rejim Soeharto di Indonesia dulu. DInding aja yang dengar anda ngomong melecehkan Soeharto maka besok anda dipastikan ilang tanpa kubur. Seperti itulah ketakutan kami yang merasakan bengisnya Soeharto dijaman dulu.

Jika pelaku makar ada di Saudi maka dia dipastikan di pancung. Jika pelaku di luar negeri maka itu tugas Inteligen Kerajaan memburu pelaku dan tewas dimutilasi sebagaimana kasus Jamal Kashogi.

Maka seluruh anak bangsa Nusantara ini berhati hatilah dengan HTI itu…!!

 

(Sumber: Facebook Arloren A)

Wednesday, November 7, 2018 - 17:30
Kategori Rubrik: