Bid'ah Idhofiyah

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Pasti kita jarang mendengar istilah yang satu ini, bid'ah idhofiyah (بدعة إضافية). Yang sering kita dengar biasanya cuma bid'ah saja, atau pun kalau mau ada terusannya menjadi bid'ah hasanah dan bid'ah sayyi'ah.

Sedangkan bid'ah idhofiyah, itu makanan apa?

Idhofiyah dalam konteks ini suka saya padankan secara bebas menjadi 'asesoris'. Barangnya sih asli 100% original, tapi asesorisnya yang KW. Begitulah kira-kira perumpamaannya.

Contoh sederhana misalnya mendoakan orang meninggal itu asli 100% original merupakan perintah syariah. Tapi kadang dikemas dengan sebuah kegiatan lain yang menjadi asesorisnya, seperti selametan, kumpul berdoa ramai-ramai pada malam tertentu lalu pulangnya pada bawa pulang berkat.

Bisa bedakan ya mana yang originalnya dan mana yang asesorisnya?

Mendoakan orang meninggal itu barang yang ori betulan. Tapi tahlilan yaitu berkumpulnya para tetangga, di malam-malam tertentu, lalu baca Yasin, tahlil, tahmid, istighfar dan doa, biasanya juga diteruskan ada ceramahnya, dan pas pulang ditentengin berkat sembako, nah itu asesorisnya.

Kalangan yang anti tahlilan, biasanya tidak mengingkari bagian pokoknya yaitu mendoakan orang meninggal. Yang mereka sewot itu justru di bagian asesorisnya. Kalau mau doa, silahkan doakan orang meninggal, itu syar'i. Tapi tidak usah pakai asesoris aneh-aneh gitu lah. Nanti kita jadi menambah-nambahi agama, gitu biasanya mereka berhujjah.

Jadi yang dibid'ahkan itu bagian idhofiyah-nya, atau bagian asesorisnya, yang mana menurut mereka tidak boleh pakai asesoris macam-macam lah.

Asesoris

Sekarang kita bahas bagian asesorisnya. Apa benar kita tidak boleh pakai asesoris macam-macam dalam urusan agama?

Jawabannya ada dua, yaitu ada yang boleh dan ada yang tidak boleh.

Ambil contoh shalat sebagai sebuah studi kasus. Bagian manakah dari shalat yang boleh pakai asesoris dan yang tidak?

Kalau masijd digelari karpet lalu karpetnya diberi garis-garis shaf, menurut Anda itu asesoris yang boleh apa yang tidak boleh?

Kalau imam di masjid pakai pengeras suara, dan muadzdzinnya adzan juga pakai pengeras, kira-kira itu asesoris yang boleh atau yang tidak boleh?

Kalau mau diteruskan masih banyak nih, bagaimana dengan jam alarm adzan iqomah, kenclengan dan kotak amal, rak mushaf, kantor sekretariat, kipas angin, AC, atap masjid, kubah, menara, dan teman-temannya? Termasuk asesoris yang boleh apa yang tidak boleh?

Jawabannya unik lho. Di awal-awal banyak sekali para ulama yang mengharamkan semua asesoris di atas. Tapi hari ini nampaknya sudah tidak ada lagi yang mengharamkan atau membid'ahkannya.

Sedangkan tahlilan, nampaknya masih sering diributkan oleh sementara kalangan. Mereka beralasan bahwa asesoris semacam itu tidak ada di masa kenabian. Padahal garis shaf, menara dan kubah masjid, juga sama-sama aseoris yang juga sama sekali tidak ada contohnya di zaman Nabi.

Kita bisa melihat bagaimana standar ganda itu dimainkan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Monday, March 30, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: