Bhineka Tunggal Ika Tidak Bedakan Antara Yang Habib Dan Bukan Habib

Ilustrasi

Oleh : Zainal Wong Wongan

Kalau di NU perbedaan itu sangat jelas mentradisi, di dunia nyata orang orang NU lebih memilih diam ketika mendapati seorang Habib yang melanggar syari'at.

Tetapi saya pernah tidak diam ketika ada seorang Habib yang melaknat Sayyidina Abu Bakar, bahkan sampai rame menjadi perbincangan, dikatakan saya telah berani dengan seorang habib, pasti kualat dan bla bla bla.

Kebanyakan mereka tidak tahu kalau saya ini sebenarnya juga habib, yaitu habibu zaujati, kalau ditanya famnya, saya ber-al al famu, kalau habib Juragan Batik Irfan Nuruddin alnya adalah al lurik.

Saya sepakat yèk irfan itu dimargakan al lurik, karena memamg rainya lurik lurik, produksi batiknya juga lurik lurik,

Bersusah payah para nenek moyang pejuang kita yang membuang jauh jauh kehabibannya dengan berganti nama yang tidak semestinya, menikahkan putra putrinya dengan penduduk setempat yang kaum sudra, dan dengan membakar nasab silsilahnya demi agar tidak didewa dewakan dan membaur dengan Ummat.

Keturunan Sayyid Hamzah Syato, seorang Habib pelarian dari kekejaman wahhabiyyah sampai berganti nama dari Ahmad menjadi parman, dan beliaupun pergi jauh dari kebesaran Abahnya.

Sudah beratus tahun tentrem ayem dengan cara begitu, lho lahopo sekarang kok kehabiban ditonjol tonjolkan, untuk apa? Apa kurang kaum ahwal dalam menghormati habaib?

Kaum ahwal tahu kalau habib itu memang harus dihormati, tetapi ketika seorang habib selalu berkampanye bahwa habib itu mulia dan bla bla bla, apa tidak malah membuat kaum ajwal jengah dan ogah?

Penduduk Nusantara itu tidak suka digurui, tapi mereka akan mentradisikan sesuatu ketika mereka benar benar tahu manfaatnya.

Saya punya sahabat seorang Habib bermarga Al. Kaff yang sangat yakin dengan Madu Suwuk, beliau bertampang jawani, gerak geriknya, sopan santunnya, kostumnya dan gaya bicaranya tidak menonjolkan kalau beliau seorang Habib. Beliau juga tidak pernah memaksa kaum sudra untuk membeli dagangannya, apalagi sampai meminta paksa dengan atas nama ngalap berkah, sama sekali tidak pernah.

Orangnya sangat sederhana dan cukup membuat hati saya mengidolakannya. Dan anakku wedok Ana Nur Jannah juga kenal, silahkan tanya sama dia kalau saya dikira merekayasa cerita. Nama Beliau Adalah Habib Abdul Qodi bin Ahmad Al Kaff.

Ohya beliau juga seorang mobilisator madrasah diniyyah dan juga ikut dalam kepanitiaan pembangunan Masjid di desanya.

Orangnya tidak Alim, tapi ahlaqnya luar biasa, semua orang lalu menghormatinya.

Salam Ndalbo TonoBoster

Sumber : Status Facebook Zainal Wong Wongan

Sunday, November 11, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: