Beyond The Call of Duty

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Kalau kita melihat dokter dan perawat yang melayani pasien COVID hanya berbalut jas hujan tanpa APD yang memadai, sesungguhnya mereka sedang bekerja dengan meninggalkan haknya untuk mendapatkan perlindungan yang cukup, sekaligus mengabaikan kewajiban untuk menjaga kesehatan dirinya. Yaitu mereka tenaga kesehatan yang bekerja beyond the call of duty.

Dalam daftar kode etik kedokteran, selain terdapat banyak poin kewajiban dokter terhadap pasien, ada satu poin kewajiban terhadap diri si dokter, yaitu dokter wajib memelihara kesehatannya sendiri, supaya dapat bekerja dengan baik.

Pemerintah, masyarakat, tidak bisa memaksa seorang dokter maupun perawat untuk mengobati pasien COVID jika tidak ada peralatan perlindungan yang cukup. Saya rasa ini sangat clear.

Karenanya tugas pemerintah, pengelola rumah sakit, untuk berusaha keras mencarikan alat pelindung diri sehingga dokter dan perawat tetap terjamin keselamatannya ketika menangani pasien COVID-19 ini. Di tengah pandemi ini, butuh keseriusan lebih untuk mengadakan APD standar WHO dalam jumlah yang memadai, ini bisa dilakukan melalui pola kerjasama dengan berbagai pabrik tekstil yang jumlahnya sebenarnya banyak di negeri ini.

Banyaknya dokter dan perawat yang berani mempertaruhkan nyawanya dengan perlindungan yang amat minim, bukan pembenaran bagi lambatnya penyediaan APD bagi mereka.

Bahkan jika ada dokter yang menolak menangani pasien COVID karena tidak dibekali perlindungan diri, apalagi kalau dokter juga punya risiko lain, seperti usia, penyakit penyerta, maka dokter itu tidak boleh dipaksa apalagi dihujat. Apalagi yang menanggung risiko juga termasuk keluarga dokter. Belum lagi dokter yang terinfeksi, berisiko besar menulari ratusan pasien lain yang ditanganinya.

Adalah hak si dokter dan perawat, untuk memilih apakah ia akan bertugas sesuai dengan tupoksinya, ataukah ia akan mengambil langkah lebih jauh untuk mengambil risiko terhadap nyawanya sendiri untuk menangani pasien COVID.

Saya sendiri yakin, akan ada banyak dokter dan perawat yang bekerja beyond the call of duty, mereka akan mempertaruhkan nyawanya meski itu sudah di luar kewajibannya, karena panggilan kemanusiaan, karena memahami situasi kedaruratan ini.

Nah tugas kita yang bukan tenaga medis, untuk memaksa otoritas kesehatan, pemerintahan, sistem kesehatan, rumah sakit, untuk menyediakan alat pelindung diri yang cukup, karena itu adalah hak dasar bagi dokter dan perawat.

Pengorbanan besar mereka harus dijawab dengan tanggungjawab kita bersama. Termasuk kita yang harus disiplin melakukan pencegahan dengan menerapkan Jaga Jarak, hidup bersih, dan mengorbankan sebagian kesenangan dan kehidupan kita, demi mendukung kerja para tenaga medis.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Saturday, March 28, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: