Betapa Berbahaya Memahami Ayat Secara Langsung tanpa Guru

Oleh: Saefudin Achmad

 

Saya pernah menulis artikel yang berisi himbauan bagaimana memperlakukan Al-Qur'an. Bagi orang awan, saya menghimbau agar Al-Qur'an cukup dibaca saja, tidak perlu untuk dikaji. Orang awam yang nekat mengkaji Al-Qur'an secara langsung sangat berbahaya. Al-Qur'an bukan teks biasa. Untuk memahaminya diperlukan ilmu. Biarlah menjadi tugas ulama untuk mengkaji Al-Qur'an, mencoba mencari makna yang terpendam dari setiap ayat. Kita yang awam cukup membaca Al-Qur'an saja.

 

Saya akan mencontohkan jika sebuah ayat hanya dipahami lewat terjemahan. Saya akan mencontohkan surat Al-Maidah ayat 6.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Jika kita mencoba memahami ayat ini secara langsung, yang kita fahami dari ayat ini adalah: Bagi orang beriman yang hendak mendirikan shalat, terlebih dahulu harus membasuh wajah dan kedua tangan sampai siku, mengusap kepala dan kaki sampai mata kaki. Pemahaman ini adalah sesuai dengan urutan lafadz-lafadz dalam ayat.

Jika kita enggan belajar dari kitab fiqih, maunya kembali memahami ke Qur'an secara langsung, kita mungkin akan melakukan wudhu dengan empat tahapan, yaitu: membasuh wajah dan tangan sampai siku, serta mengusap kepala dan kaki sampai mata kaki. 

Namun kalau kita belajar kitab fiqih, ada yang menambahi niat dan tertib seperti madzhab syafi'i. Dan empat madzhab bersepakat bahwa kaki itu dibasuh, bukan diusap. Tentu kita sudah mengerti perbedaan mengusap dan membasuh.

Bagi yang tidak pernah belajar nahwu, khususnya bab 'athof, sangat mungkin akan memahami ayat 
وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
dengan pemahaman "basuhlah kepala kalian dan kaki kalian". karena lafadz وَأَرْجُلَكُمْ (kaki kalian) terletak setelah lafadz وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ (usaplah kepala kalian). 

Namun bagi yang pernah belajar nahwu, insyallah paham bahwa lafadz وَأَرْجُلَكُمْ athof sama lafadz
وُجُوهَكُمْ dan وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ
yang i'robnya nashab karena menjadi ma'mul dari fi'il amr فَاغْسِلُوا. Karena lafadz وَأَرْجُلَكُمْ itu nashab, maka dia menjadi athof dari lafadz 
وُجُوهَكُمْ dan وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ
karena kalau dia menjadi athof dari lafadz بِرُءُوسِكُمْ, maka seharusnya lafadz وَأَرْجُلَكُمْ i'robnya bukan mashab, tapi khofadh/jer dengan dibaca "arjulikum" (huruf lam diharokati kasroh).

Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang awam seperti kita untuk belajar kitab fiqih ke ulama agar tidak salah dalam memahami ajaran agama. Berlagak hebat dan kritis dengan mencoba memahami ayat al-qur'an secara langsung justru sangat berbahaya. Ada potensi sesat dan menyesatkan.

Saya menulis tulisan seperti ini bukan tanpa alasan. Ada yang menshare tulisan di grup WA yang memahami ayat secara langsung dan lewat terjemah yang tidak benar. Ternyata bahwa ada orang yang merasa hebatsehingga mencoba memahami ayat al-qur'an secara langsung tanpa perangkat ilmu yang memadai itu memang nyata.

 

(Sumber: Facebook Saefudin Achmad)

Tuesday, February 11, 2020 - 17:15
Kategori Rubrik: