Berurusan Dengan Layanan Pemda Subang

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Bupati sebelumnya juga banyak dikeluhkan pengusaha. Saya dan seorang pengusaha senior adalah salah satu calon korban. Sekitar 5 taun lalu, saat sudah bersiap menempati sebuah pabrik, datanglah utusan sang bupati. Entah ngaku-ngaku atau beneran. Meminta atensi katanya. Kalo tidak, sebuah surat ngga bisa keluar.

Dengan halus kami menolak. Benar, surat itu ngga keluar sampe 3 bulan kemudian. Kami menghadap seorang pejabat lokal, beliau angkat tangan. Dengan memendam geram, mitra saya meminta pendapat saya. Saya bilang, "rak pathek'en Pak. Tunda saja sampe kondusif"

(Walo sampe 5 taun kemudian, ya tetep sama. Masih mbulet. Dan ini ngga khas satu daerah. Masih lumayan banyak daerah yang proses perijinan berbelit dan banyak rumor ada permintaan fee)

Si bupati mendapat OTT KPK 2,5 tahun lalu.
Ternyata penggantinya berbuat hal yang sama. Menyedihkan.

Bayangkan..
Karena kepala daerah durjana, ribuan lapangan kerja bs ilang. Biaya logistik pun jd tinggi. Dampaknya, rente bisa merajalela, harga barang2 bs dikerek tinggi utk membuat si pengusaha mengganti uang suap kepada pejabat, itu

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Wednesday, February 14, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: