Bersyukur

ilustrasi

Oleh : Siti Fatimah

Hidup adalah anugerah Tuhan, begitu pula dengan kematian.

Cinta adalah anugerah Tuhan, dan begitu pula dengan semua yang pernah terjadi, baik dan juga buruk.

Seluruh dualitas kehidupan adalah anugerah Tuhan.

Orang yang mengerti ini tidak hanya bersyukur atas semua yang baik tetapi juga bersyukur atas semua yang terlihat buruk. Itulah rasa syukur yang sesungguhnya.

Bersyukur yang hanya untuk saat-saat bahagia itu bukanlah rasa syukur; itu hanya keserakahan belaka, kelicikan, tidak ada hubungannya dengan rasa syukur.

Rasa syukur yang sesungguhnya muncul hanya ketika engkau bersyukur bahkan untuk saat-saat tidak bahagia, untuk semua rasa sakit dan penderitaan dan kesedihan yang dibawa oleh kehidupan.

Di saat seseorang mampu merasa bersyukur atas keduanya, penderitaan dan kenikmatan, tanpa perbedaan apapun, tanpa pilihan, hanya merasa bersyukur atas apapun yang diberikan oleh Tuhan...

Karena jika itu diberikan oleh Tuhan untuk kita, itu pasti memiliki alasan di dalamnya. Kita mungkin menyukainya, kita mungkin tidak menyukainya, tapi itu pasti diperlukan untuk pertumbuhan spiritual kita.

Dan penderitaan diperlukan sebanyak kesenangan, kegelapan diperlukan sebanyak cahaya. Musim dingin dan musim panas keduanya diperlukan untuk pertumbuhan.

Begitu ide ini menetap di dalam hati, maka setiap saat dalam kehidupan adalah rasa Syukur

Biarkan ini menjadi doamu: Bersyukurlah kepada Tuhan setiap saat - untuk tawa, untuk air mata, untuk segala sesuatunya.

Kemudian engkau akan melihat satu keheningan yang muncul di dalam hatimu, yang engkau belum kenal sebelumnya. Itu adalah keheningan dan kebahagiaan sejati

Sumber : Status Facebook Siti Fatimah

Monday, July 13, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: