Bersikap Adil Pada Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Merespon orang-orang yang kontra Jokowi, bukan berarti sepakat dengan semua kebijakan beliau. Mandegnya kasus Budi Gunawan, inkonsistensi Jokowi dalam larangan rangkap jabatan menteri, impor beras, mengangkat Idrus Marham jadi mensos, dan banyak lagi kebijakan yang tidak tepat.

Tapi kita juga harus adil, pertama Jokowi bukan ketua parpol dan pejabat teras parpol. Beliau kader biasa yang tidak punya power politik. Jadi wajar beliau menjalankan politik akomodatif untuk memperkuat pemerintahannya.

Prestasi Jokowi pertama adalah menumbangkan koalisi KMP di parlemen. Karena soliditas koalisi ini bisa melanggengkan polarisasi masyarakat pasca pilpres. Nyatanya tanpa koalisi kmp polarisasi itu terus ada diabadikan oleh aktivis medsos Pro Prabowo untuk menyongsong pilpres 2019.

Kedua, Presiden Jokowi bekerja dan menggunakan APBN dengan sangat efisien. Dalam 3 tahun bisa mengerjakan banyak proyek strategis Nasional yang tidak bisa dikerjakan oleh SBY dalam 10 tahun masa kepemimpinannya.

Ketiga, Jokowi membawa trend baru budaya kepempinan dan pemerintahan bagi dunia Internsional. Pejabat vs rakyat bukan lagi budaya borjois vs proletar, tapi CEO vs Pemilik saham yaitu rakyat atau pelayan kepada tuan, atau memperlakukan elemen bangsa sebagai fatners dalam membangun bangsa.

Keempat, Presiden Jokowi mengkonsolidasi dan menyapa semua elemen masyarakat, dari berbagai lapisan, seniman, budayawan, politikus, ulama, tokoh masyarakat dan profesional untuk bersama-sama membangun negeri.

Kita akan sadar 'harga' Presiden Jokowi setelah kehilangan, seperti Jakarta kehilangan Ahok. RS Kanker batal dibangun, Kalijodo, Tanah Abang dll kembali kumuh.

Jokowi tidak sempurna, tapi ia presiden terbaik yang dimiliki Republik ini pasca Soekarno. Biarkan ia menuntaskan kerja besarnya 7 tahun kedepan. Ia bukan Presiden otoriter, sampaikan kritik dengan cara-cara yang bermartabat. Ini era Jokowi, bukan era Soeharto.

Banyak saluran untuk menyampaikan kritik konstruktif.

Saya masih inget pasca Maulana Habib Luthfi bertemu empat mata di Istana Negara. Saya dikamar pribadi beliau, beliau mengatakan; " Pak Jokowi orang yang lurus, lurus bener orang ini".

Dari saya yang bukan politikus, bukan voter Jokowi saat Pilpres, warga biasa yang merasa Republik sudah on the track. Indonesia ada ditangan yang benar.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Sunday, February 4, 2018 - 23:15
Kategori Rubrik: