Bersatu dalam Perbedaan

Oleh: Djati Erna Sahara

Banyak yang menjadikan kasus kaburnya Edy Tansil sebagai alasan untuk membenci etnis Cina. 

Saya gak habis pikir...
Kalau mereka mau hitung jumlah penjahat di penjara-penjara yang ada di Indonesia, lalu dipilah-pilah yang cina berapa, non cina berapa. Dipersempit lagi yang Muslim berapa, yang non muslim berapa.... Laki-laki berapa wanita berapa....

Adilkah bila kita menganggap bahwa hasil hitungan kita itu mencerminkan bahwa yang terbanyak adalah beragama buruk, bergender negatif atau yang sedikit pasti agamanya bagus, bergender unggul. Karena hasilnya pasti yang terbanyak justru non Cina, laki-laki, muslim pulak.... 
Apakah rela bila Islam dianggap agama kelas maling? Apakah rela bila non Cina dicap Maling??? Apakah mau bila kita mencap laki-laki itu penjahat semua???

Sebelum membuat opini, buatlah penelitian kecil-kecilan yang hasilnya bisa meyakinkan orang banyak. Sebab, bila opinimu ngasal, malah menjadi bumerang bagi diri dan kelompokmu sendiri. 

Makanya saya menolak segala bentuk opini-opini bodoh yang keluar dari pemikiran sesama pemeluk Islam. Dan ketika saya bersebrangan dengan mereka, bukan berarti saya menolak Islam atau berniat menjelek2kan islam atau membela non Muslim dan keturunan Tionghoa... melainkan saya sedang MELURUSKAN yang sedang kalian bengkokkan... 

Ada kaum yang sangat gemar sekali membusungkan dada sbg ahli agama.. lalu menunjuk hidung kepada yg bersebrangan dengan tuduhan yang menghina... ini sangat saya maklumi, sebab mereka memang kaum yang senang dipuji sbg ahli agama... sehingga menganggap org lain tak berilmu, lebih rendah keilmuannya serta buta agama...

Sekali lagi saya maklum...
Sebab kaum spt itu memang hanya menginginkan pujian duniawi, yang membuatnya puas tak terkira...
Sementara, ketika mereka berhasil menghina, maka seketika mereka bergembira ria seolah telah berjihad memerangi musuh-musuh Allah....

Padahal mereka tidak tahu, bahwa musuh-musuh Allah itu adalah mereka yang berpakaian Islami, namun tidak berprilaku Islami...

Berapa banyak oknum-oknum Islami yang ngaku hafiz namun Korupsi? 
Berapa banyak pula oknum-oknum partai islami namun DISUAP?
Apakah dengan begitu kita boleh menganggap bahwa ajaran Islam itu kacau... hafiz itu jelek... partai Islam itu tidak bagus....

Bila stempel-stempel buruk itu ingin lepas dari agama kita, dari kelompok kita, maka, JANGAN MENEMPELKAN CAP BURUK KEPADA KELOMPOK LAIN... sebab ternyata, gelar-gelar buruk itu muncul dari dalam mulut kita... yang menimbulkan dendam juga kebencian yang disuburkan hingga turun temurun... yang pada satu buah titik puncaknya akan terakumulasi menimbulkan badai permusuhan yang tak terelakkan.... 

SALAM PERSATUAN!!!

 

(Sumber: Facebook Djati Erna Sahara)

Sunday, April 3, 2016 - 23:15
Kategori Rubrik: