Berpikirlah Sebelum Menjanda

ilustrasi
Oleh : Intan Nurul Adila
Ibu-ibu sebaiknya jangan buru-buru bercerai kalau mendapati suami berselingkuh, selama dia masih bertanggungjawab dalam memberi nafkah dan juga masih ada perhatian buat anak-anaknya. Selama dia juga tidak kasar dan suka menyiksa. Apalagi kalau dirimu tidak punya penghasilan sendiri.
Enak di si cewe kalau kita yang minta cerai. Status dia naik jadi istri, kita yang turun jadi bukan siapa-siapa.
Kedua,anak-anak tak lagi bebas bertemu bapaknya kalau kalian sudah bercerai. Apalagi kalau bapak mereka sampai menikah dengan selingkuhannya, si perempuan itu bisa saja berani mengatur suami urusan perhatian dan nafkah untuk anak-anak. Mau bermanja dengan bapaknya juga anak-anak susah, karena ada istri yang haknya bahkan lebih besar dari ibu mereka (yang sudah dicerai), ya kan?
Para pelaku poligini itu biasanya berpedoman "untuk berpoligami itu tidak perlu izin istri," maka kalau kalian tak rela cukup dengan tak memberi izin saja. Jadi mereka menikah pun paling banter di bawah tangan. Mana bisa sih menikah KUA tanpa izin istri? Seberapa lama sih perempuan itu akan kuat menyandang status istri tanpa surat resmi? Punya anak harus bikin akta kelahiran loh, yang persyaratannya adalah surat nikah.
Persyaratan nikah di KUA sekarang banyak. Ada form khusus ibu kandung pihak lelaki yang menyatakan bahwa anaknya betul masih bujangan. Mengaku duda mati? Harus ada surat kematian istri. Mengaku duda cerai? Harus ada akta cerai dan surat salinan keputusan sidangnya.
Tutup mata tutup telinga dari perselingkuhannya, sekali lagi selama urusan nafkah dan perhatian dia masih bertanggungjawab. (Lelaki yang tega tak mau memberi nafkah sih buang aja).
Perlahan berdayakan diri, ikut kegiatan dan pelatihan ini itu. Kalau bisa yang menghasilkan uang meskipun sedikit. Gali bakat terpendam, atau hobi di masa kecil dulu. Yang penting asyiklah dengan diri sendiri. Perempuan yang asyik dengan dirinya sendiri itu akan memancarkan aura kepercayaan diri dan otomatis akan terlihat lebih menarik.
Syukur-syukur ini bikin suami sadar. Aamiin, itu yang diharapkan. Tapi kalau tidak sadar juga dan kondisi anak-anak relatif siap dengan perceraian (ini bakalan panjang daftarnya, selain karena karakter tiap rumah tangga berbeda, juga karena pada dasarnya tak ada anak yang setuju orangtuanya bercerai) dan setelah benar-benar siap dan jernih menilai baik buruknya, barulah ajukan perceraian.
Ingat yaaa, jangan buru-buru berpikir cerai. Yang menyirami dan merawat hingga dia bisa jadi menarik dan sukses itu kita, kok enak aja itu peuyeumpuan mau matengnya. Enak di die ga enak di kite, Mak!
Silakan kalau ada yang mau komen "Kamu ga tau sih rasanya diselingkuhin". Saya menyarankan begini adalah hasil mengamati berbagai keputusan yang diambil banyak pasangan setelah si suami ketahuan berselingkuh. Sabar dan tidak tergesa-gesa ternyata adalah selalu sikap
terbaik
 

dalam hal perceraian.

Sumber : Status Facebook Intan Nurul Adila

Saturday, February 20, 2021 - 12:30
Kategori Rubrik: