Berpikir Waras Aja Susah, Apalagi Berlaku Adil

Oleh: De Fatah
 

Bagaimana akan berlaku adil jika berpikir waras saja tidak bisa, kalian hanya membayar zakat setahun sekali itupun karena perintah agama, tapi Ahok melakukannya tiap bulan secara ikhlas atas kesadaran manusia

Bagaimana bisa berlaku adil, kalian hanya merasa agamis dengan membicarakan ajaran agama sedangkan Ahok melaksanakan nilai nilai ajaran agama dengan memanusiakan upah penyapu jalanan, membiayai impian marbot pergi Umrah dan menggaji guru ngaji si masjid dan mushola dan banyak lagi

Bagaimana dan bagaimana kamu bisa berpikiran waras, jika kamu hanya fokus mengirim anak anak ikut aksi massa tapi Ahok sudah mewakafkan tanah di belitung untuk membangun pesantren

Bagaimana bisa kalian berpikir waras jika kalian mendakwanya dengan sebutan penista agama, padahal ulama ulama palsu disekitar kalian melakukannya juga, menjual agama demii popularitas, melawak di televisi, mengajak membenci dan membunuh serta praktek jual beli stempel halal haram

Coba tes saja kewarasan kalian di musim Pilkada, berapa banyak ulama kalian yang sembunyi di meja lembaga keagamaan atau terang benderang naik kuda mendukung pasangan calon tertentu dengan dalil sudah minta petunjuk dengan sholat istikharah

Ulama yang satu meyakinkan kita bahwa petunjuk dari Tuhan calon pemimpin terbaik adalah si Agak gundul, sedangkan ulama yang lain dengan alasan yang sama petunjuk dari sholat istikharah menyuruh memilih si Asuk, dan ulama yang lain lagi menyuruh memilih si Naas sebagai pemimpin pilihan Tuhan, sejatinya ulama seperti inilah yang menistakan agama dengan menjual nama Tuhan melalui sholat istikharah, sholat istikharah ulama mana yang benar jika hasilnya membuat kita saling bermusuhan

Bagaimana mungkin son,.. kalian bisa berpikiran waras, masalah tahlil, qunut, maulid saja kalian saling bertengkar sepanjang zaman dari maha guru turun ke guru sampai ke murid murid tak habis habis bertengkar, apalagi kalian mau berpikir waras dengan jalan mendukung Ahok menjaga harta kalian dengan menutup jalan maling di gedung anggota dewan dan pemerintahan, bahkan ketidakwarasan kalian sudah akut membalikan Ahok sebagai malingnya,..parah son aku kecewa padamu son hihihi

Waras semenit saja ya son tidak membuat anda automurtad, waras mana ahok yang selama ini membangun fasilias publik di Jakarta, menutup tempat pelacuran Kalijodoh yang tidak satu pun pemimpin dahulu dan ulama anda berani menutupnya, membangun masjid masjid dan melaksanakan pemerintahan yang bersih dan transparan

Coba bandingkan dengan ulama kalian yang dari dulu suka ngamukan, ajakan rusuh melulu dari zaman Gusdur sampai Pak Mantan, tiada hari tanpa rusuh, tuduhan penistaan agama hanya momentum bersama saja patgulipat ulama ngamukan dengan peserta pilkada, dah sampai disini saja warasnya son jangan banyak banyak

Masih banyak yang saya mau kabarkan tapi takutnya kewarasanmu korsleting dan membakar kepalamu yang isinya hanya sekam kering yang mudah tersulut dan terbakar, jika terbakar bagaimana mau menghitung jumlah nasi bungkusnya, karena pembagiannya per kepala bukan per kura kura

 

(Sumber: Status Facebook De Fatah)

Thursday, December 15, 2016 - 23:15
Kategori Rubrik: