Berpikir Logis dan Filosofis

Ilustrasi

Oleh : Wasil Belian

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. 
Misal: 
Si A mencuri
Si A dari kampung sebelah
Kesimpulan: Orang kampung sebelah pencuri.

Generalisasi seperti ini seringkali digunakan dalam memahami orang lain, keyakinan orang lain, agama orang lain, budaya dan atau adat istiadat suku lain. Lebih konyolnya adalah menarik kesimpulan perilaku bodoh segelintir orang menjadi perilaku seluruh komunitasnya, seperti contoh di atas.

Generalisasi seperti di atas lahir dari ketidakmampuan memahami dan menganalisis antara mana yang realitas dengan mana yang masih konsepsi-konsepsi, mana yang universal dan mana yang partikular, dan ketidakmampuan menganalisa dan memahami mana yang simpel dengan mana yang kompleks. 

Ketidak mampuan tersebut lahir dari indoktrinasi yang telah mematikan daya berfikir logis dan filosofis, malas menggunakan akal dan rasionalitas yang dimiliki.

Kemalasan berfikir logis dan filosofis tersebut melahirkan orang-orang jumud, tertutup dari perkembangan pemikiran dunia luar dan keberagaman, merasa benar sendiri, tidak kritis dan seringkali menggunakan ARGUMENTUM AT HOMINEM dalam dialog, diskusi maupun perdebatan. Diskusi, dialog, atau perdebatan yang awalnya diharapkan berlangsung secara ilmiah dan argumentatif malahan menjadi debat kusir dan agitatif (menghasut).

Sumber : Status Facebook Wasil Belian

Sunday, December 2, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: