Berpacu Memburu Koruptor

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Perburuan musuh negara paling utama yg telah menghisap uang negara dan menyengsarakan rakyat yg lebih kita kenal sebagai KORUPTOR, mereka bersemayam disemua lini kehidupan, dari mulai tempat sampah sampai istana yg indah bahkan ditempat terhormat dan rumah ibadah.

Yang dimakan dari mulai kursi sekolah, jalan, jembatan, alquran, sumbangan, dengan jumlah recehan sampai triliunan. Berpenampilan dari yg sederhana, ulama, penderma sampai kelas yg punya negara, saking begitu masifnya menjadi seolah biasa, mereka tertawa dan bercanda tanpa punya rasa punya salah dan dosa, padahal kelakuannya lebih rendah dari kera.

 

 

Kasus terakhir yg membahana adalah mega korupsi E-KTP saking pedenya mereka bahkan melawan dengan jalan menentang KPK dan membuat angket, mengunjungi para pendahulunya di Suka Miskin, katanya berdialog menyudutkan kerjaan KPK yg sdh menghasilkan jerat hukum dimana para pelaku sudah menginap di LP, gayanya seperti pembela dan pencari kebenaran mereka lupa rakyat melalui mata kaca medsos yg bisa melihat usus mereka, dan kami berkata, kalian BANGSAT yg pura-pura menjabat gak taunya ngembat uang rakyat.

Prilaku menjijikkan dengan mulut comberan, loncat sana-sini kayak topeng monyet, jabatan disematkan, titel diagungkan, kalakuan kayak setan, mereka sudah menyatu dengan keburukan, sehingga bentuk kebaikan mereka tinggalkan bahkan dilupakan, apakah kita akan membiarkan, tidak, kita harus melawan dan kita bumi banguskan.

Sejak posisi lembaga DPR mengambil alih status sbg lembaga terkorup thn 2016, maka lengkap penilaian itu, apalagi mega korupsi yg sekarang menjerat ketuanya, shg kesimpulan kita mengatakan bahwa nyaris semua berprilaku sama, disanalah sarang laba-laba penjerat dana negara utk memperkaya dirinya dan sekaligus kelompoknya.

KPK dgn 900 penyidik begitu sulit mengemban tugas mulia itu, mungkin Polisi menjadi geram juga melihatnya ( moga benar ). sehingga Densus pemburu Koruptor harus dibentuk untuk mempercepat pemburuan kampret pemakan apbd yg sudah terlalu pede dan berkepala gede.

Masyarakat harus kuat dan sepakat membantu melumat agar negeri ini cepat selamat, niatkan ikut pemberantasan, jangan lagi mau ikut cium tangan kpd Bupati yg selamatan rumah baru atau syukuran naik jabatan, karena bisa saja uangnya dari hasil korupsian, atau mungkin komisian hasil tekan-takanan dari rekanan.

Mari bantu Polisi, mengendus dgn densus dan Indonesia segera mulus menuju masa depan yg sejahtera karena koruptornya dibuat binasa.

# Indonesia Jaya sejahtera.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, July 18, 2017 - 21:00
Kategori Rubrik: