Bermuhrim dengan Setan

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Negeri indah ini sdh berusia lanjut, dibentuk oleh gaya Soekarno pasca kemerdekaan dgn memulai pembangunan dan mencari bentuk dlm kurun waktu 20 thn, namun akhirnya diporak porandakan oleh pengkhianat penjilat kepentingan Amerika.

Pasca kejatuhan Soekarno, dan munculnya rezim baru Orba dari sanalah dimulainya rezim otoriter, KKN, dan Korup. Penjajahan gaya baru melalui kekuatan militer bertahta selama 32 thn menghisap isi perut bumi, melahap apa saja yg tumbuh diatasnya, bukan saja hutan, orang yg tak sepaham ikut dihabisi. Kita tdk setuju dgn PKI, tapi membantai rakyat secara serampangan adalah perbuatan keji, jutaan nyawa dihabisi apakah mereka bersalah dgn kadar yg sama, sulit dibedakan utk diterima akal.

 

Kejatuhan Soeharto hanya diselingi 3 presiden yg hanya mampir, Habibie, Gusdur dan Megawati. Kemudian kembali ke gaya yg sama, SBY yg lama hidup di ketek Soeharto hanya menduplikasi apa yg pernah dijalankan sang juragan. Dia melanjutkan KKN dan membentuk politik dinasti, menjelmakan istana tandingan Cendana, dibentuklah Puri Cikeas yg culas.

Melanjutkan budaya subsidi, membiarkan Petral tetap kekal jadi makelar, Freeport tetap nyedot isi perut bumi Papua, dan si dia makin besar saja perutnya. Untung saja Prabowo kalah, andai saja berhasil menggantinya, maka Indonesia akan kembali dijajah rezim orba yg menjelma dgn cara yg berbeda namun dgn gaya yg sama, sama dlm cara menjual dan menghancurkan negara, diri dan kroninya diperkaya, rakyatnya diperdaya.

Jokowi, makhluk kiriman Tuhan, dihadirkan utk mengembalikan kehancuran Indonesia menata yg mangkrak, membangun yg tersamun. Puzzle kedigdayaan Indonesia dikembalikan dari serpihan remah bekas yg di jarah, ibarat menegakkan batang terendam Jokowi tak serta merta bisa melakukan sesuai seleranya, dia harus berhadapan politikus sisa orba, aparat murid orba, pengusaha antek orba, anak Soeharto yg bermimpi bapaknya hidup lagi melalui DNA para kroni yg masih mau dikeloni. Pelan tapi pasti, Jokowi mengulur tarik kondisi dimana dia harus bermain antara kepemimpinan, keberpihakan kepada rakyatnya dan membiarkan sebagian orang yg masih bermain dgn dua kaki, termasuk JK yg kadang berpihak, kadang juga menolak bahkan duduk berdiskusi sekaligus menjadi oposisi. Orang bijak berkata, jadi pejabat itu baik, jadi pedagang juga baik, tapi kalau jadi pejabat sekaligus pedagang itu tidak baik. Manusia jenis ini masih berjibun di sekeliling Jokowi, butuh waktu utk dibasmi.

Melewati masa pemerintahan lima tahun pertama, ditengah caci maki dan rencana mendongkel Jokowi, disana pula Jokowi yg bernyali tinggi menghadirkan prestasi yg blm pernah dicapai para pendahulunya, dia menorehkan prestasi pada semua lini melebihi yg pernah ada, dari mulai infrastruktur sampai mengembalikan aset negara, Blok Sumur Minyak, Freeport, penghapusan Petral, dsb. Inilah yg membuat murka para DNA orba, karena hidupnya terancam, ketakutan karena cara lamanya akan diratakan.

Memasuki priode kedua kepemimpinannya, segala usaha dilakukan para setan penikmat kemunafikan utk menjegalnya, kemenangannya mau digagalkan, bahkan sekarang pelantikannya. Lihat bagaimana drama 21-22 Mei kerusuhan Jakarta, lihat dari Surabaya Papua dibuat membara, untung saja semua dapat dihentikan dgn cara yg tidak membutuhkan banyak nyawa utk diregangkan, namun tetap ada korban yg tidak berdosa harus jadi tumbalnya.

Didepan mata kita tau siapa musuh kita, mereka sekaligus musuh abadi negara. Mereka bermukim di Senayan, dan disegala ruang yg bs menghasilkan uang utk kemudian dijadikan amunisi utk menyerang pemerintah yg sedang membenahi kehancuran Indonesia yg dilakukan orba, kita harus selalu waspada, karena kapan saja mereka bisa menerkam tengkuk kita. FZ, ARD, DAN KOLONINYA adalah piaraan yg dilepas didepan, menyalak memancing emosi, sayang mereka dungu, yg dipancing Jokowi, manusia tanpa emosi ini bergerak dgn perlahan tapi pasti, kelak mereka pasti dihabisi.

" SAYA TIDAK TEGANG DENGAN TEKANAN DLM PEKERJAAN. SAYA BUKAN ORANG YG MUDAH DITEKAN "

" PEMIMPIN ITU MEMBENAHI, KETIKA YG DIBENAHI ADALAH PENGKHIANATAN TERHADAP SISTIM ATAU JANJI KEPADA RAKYAT, SAYA TIDAK MEMBUANG WAKTU UTK MENUNTASKANNYA "

Dua statement Jokowi dalam buku biografinya yg saya baca menunjukkan sikap dan prinsip kepemimpinan yg dibutuhkan Indonesia, kita tak salah memilihnya, dan kita wajib mendukungnya. Hidupnya di hidupkan sebagai seruan daripada cuma sibuk memberi penjelasan. Karena baginya menjadi sibuk tidak selalu benar-benar bekerja. Tujuan dari semua pekerjaannya adalah memproduksi atau mencapai sesuatu dan pada akhirnya hal tersebut harus dipikirkan mengenai sistim, perencanaan, kecerdasan dan tujuan yg jujur sebanding dgn usahanya yg diabdikan utk negara serta bangsanya.

Baginya kesuksesan bukanlah suatu akhir, kegagalan tidak berakibat fatal : keberaniannyalah yg akan terus berlanjut. Berbahagialah kita mempunyai pemimpin yg berintegritas, bukan yg getas apalagi culas.

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI DARI PERBUATAN MUNGKAR DAN KEJI, DAN KAMI TDK INGIN BERMUHRIM DGN YG CUMA KEPINGIN JADI PEMIMPIN, TAPI GAK PUNYA KELAMIN.

#MARIJAGAINDONESIA

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, September 10, 2019 - 11:45
Kategori Rubrik: