Berkacalah Pada Bobroknya Rezim Bapakmu

Oleh : Guntur Wahyu Nugroho

Tiek...kamu nggak tahu ya kalau di jaman bapakmu dulu ada seorang aktivis buruh perempuan bernama Marsinah yang diculik, dianiaya dan ditemukan menjadi mayat pada 8 Mei 1993 gegara mengajukan tuntutan kenaikan upah. Marsinah menghilang setelah mendatangi Kodim Sidoarjo. Tentang bagaimana cara marsinah dihilangkan, dianiaya dan dibunuh, tinggal tanyakan pada mantan suamimu.

Membandingkan jaman Bapakmu dengan jaman Jokowi jelas bukan perbandingan yang apple to apple, yang sepadan. Pemerintahan diktator tidak mungkin dibandingkan dengan pemerintahan yang demokratis. Rejim bapakmu itu korup dan berlumuran darah sedangkan pemerintahan Jokowi berkomitmen kuat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Kepala daerah maupun anggota legislatif yang korupsi banyak yang ditangkap oleh KPK dan diadili. Di jaman bapakmu protes dan kritik apalagi demonstrasi terhadap pemerintah atau kepentingan kroni-kroninya dijamin akan direpresi dengan keras. Para aktivisnya akan berurusan dengan korem, kodim maupun koramil. Beruntung kalau hanya dijemput dan dimintai keterangan tidak sampai dihilangkan seperti Marsinah.

Terkait kejadian penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang masih sumir, apakah memang betul-betul terjadi atau tidak atau hanya sekedar drama politik untuk menaikkan rating kubu sebelah yang terseok-seok, kamu membanggakan bahwa hal seperti itu tidak terjadi di jaman bapakmu. Memang tidak. Seandainya si nenek beroposisi secara frontal di jaman bapakmu, yakin kalau nasibnya akan sama seperti Wiji Thukul atau Marsinah.

Pemerintahan Jokowi mempunyai komitmen kuat dalam hal penegakan hukum. Maka, kamu seharusnya mendorong si nenek untuk melaporkan penganiayaan yang dialaminya kepada polri. Tidak malah mengumbar di jagad media sosial untuk menarik simpati dan dukungan politik. Polisi pasti akan bergerak dan menyeret pelaku penganiayaan ke meja hijau. Oposisi, pendukung pemerintahan, warga, kamu dan aku berkedudukan setara di hadapan hukum. Maka sekali lagi, kita dorong supaya Ratna Sarumpaet memperoleh keadilan thd apa yang menimpanya. Sangat tidak fair menyalahkan Jokowi setiap terjadi kasus penganiayaan di Indonesia. Sebagai bangsa dan negara yang beradab, demokratis dan menghargai HAM, yg mana tidak kualitas negara macam ini dibuang jauh-jauh oleh Bapakmu, hukum menjadi aturan mainnya. Dan hal itu dijaga betul oleh Jokowi. Kalau kamu gagal memahami hal ini aku maklum. Aku mau memaklumkan masa Orde Baru-mu telah berakhir.

 

Sumber: facebook Guntur Wahyu Nugroho

Thursday, October 4, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: