Berkacalah Jakarta

Oleh: De Fatah
 

Sepertinya banyak yang sudah sakit jiwa, ketika ada Calon Gubernur dan Agamawan tersenyum dan berdo'a menyinggung Jakarta ketika masih banjir sambil mencibir kinerja pesaingnya, itu sama kejamnya seperti teman membesuk anda ketika sakit tetapi dalam hatinya mengharapkan segeranya kematian anda

Mereka tertawa, mencibir dan mencatat semua peristiwa itu ke dalam ingatannya secara detil disimpan bila perlu ditambahi catatan kaki, kemudian dibumbui dan digoreng dijadikan mesiu menyerang paslon lain

 

Jangan berharap mereka berpikir mengapa sering banjir didaerah sana, bagaimana peran cuaca dan yang lebih penting bagaimana penanggulangan banjir yang hanya membutuhkan waktu beberapa jam surutnya, tidak seperti sebelumnya butuh berminggu-minggu. Artinya ada sistem yang baik sudah berjalan tapi belum rampung saja pembangunannya

Bagi mereka sekarang ini hal hal yang buruk untuk Jakarta sangat dinantikannya, mengharapkan kesusahan bagi warga Jakarta agar bisa menyerang Pasangan Calon lainnya yang sedang berkuasa,..kamu jahat kakaaak

Mereka tak mau peduli banyak hal yang baik yang sudah dikerjakan, bahkan yang baik akan dicari cari kesalahannya, seperti logo sinarmas di RTH Kalijodoh. Mereka tak peduli bagaimana warga yang dulu di bantaran sungai sekarang sudah layak hidup di rusun setelah direlokasi, berapa banyaknya RTH sudah dbangun, MRT, waduk, rusunawa dan banyak lagi lainnya

Apakah semua kebaikan itu akan kalian pertaruhkan hanya ada paslon lain yang datang hanya menawarkan gagasan gagasan?, yang kita butuhkan sekarang bukan gagasan tetapi pekerja yang mampu mengeksekusi semua kebijakan penuh keberanian,...pemimpin petarung seperti pendekar IP Man

Calon pemimpin seperti apa yang akan kalian pilih ?, Mengajarkan kita untuk saling membenci hanya sekedar Pilkada 5 tahunan. Tokoh agama seperti apa yang akan kita jadikan panutan ? Kebencian dan kebusukan dibalut dengan do'a sambil mengutip ayat ayat suci untuk meyakinkan kita bahwa Tuhan bersama mereka

Kalian butuh pemimpin yang hatinya bersama kalian, pemimpin yang memikirkan keadilan untuk semua bukan segelintir golongan saja, pemimpin yang sudah memberikan bukti, kalian butuh pemimpin yang berani mengatakan benar adalah benar dan salah itu salah walau lehernya diujung pedang, bukan pemimpin yang mencla mencle mengikuti arus zaman berlindung di dalil kitab suci

Berhentilah membodohi dengan kata santun tapi penuh hasutan, kata manis tapi pendengki, kata halus tapi anarkis, kata motivasi tapi sindiran, pura pura peduli tapi didalam hati tertawa sambil memaki

Berkacalah Jakarta,..

 

(Sumber: Facebook De Fatah)

Friday, February 17, 2017 - 19:00
Kategori Rubrik: