Berjiwa Besar

ilustrasi

Oleh : Agoes Ibrahim

Sekali lagi tentang kisah pendekar besar Tiongkok yang bernama Han Xin.

Waktu Han Xin dipanggil oleh Kaisar Liu Bang untuk diberi pangkat jenderal dan jabatan panglima perang, Han Xin melintas jalan utama di sebuah kota kecil dalam perjalanan menuju ke ibukota. Di sana dia dihadang beberapa preman pasar. Para preman ini tau sosok Han Xin yang sangat terkenal di seantero negeri..
Oleh karena itu, mereka ingin mempermalukan Han Xin. Mereka bilang Han Xin harus merangkak di bawah selangkangan kaki mereka bila ingin melewati jalan tersebut.

Sesungguhnya Han Xin bakal dengan mudah melibas mereka hanya dalam beberapa jurus saja. Namun Han Xin tak mau berkelahi dengan para preman tersebut.

Han Xin tahu, tak ada gunanya ribut dengan para manusia receh itu... menangpun tak ada untungnya. Bahkan bakal jadi cemoohan orang. Masa pendekar sehebat dirinya mau berkelahi dengan orang yang levelnya jauh di bawah dia..
Han Xin tak menggubris tantangan itu. Dia tak mau menanggapi tantangan receh dari preman pasar. Dia rela merangkak di bawah kaki preman kota dengan disaksikan oleh kerumunan warga kota..

Itulah yang disebut Berjiwa Besar..
Kebesaran diri Han Xin bukan saja karena ia selalu menang perang, namun juga mampu menaklukkan ego dirinya...!

Han Xin fokus pada tujuan yang jauh lebih besar, yakni mengemban tugas negara untuk melindungi bangsanya daripada mengurusi hal-hal receh dan sepele seperti itu..

Jokowi mirip dengan Han Xin. Beliau mampu menaklukkan egonya..
Saat dirinya yang orang nomor satu di republik ini dihina-hina, bahkan direndahkan serendah-rendahnya martabatnya oleh ribuan orang di medsos, disamakan dengan babi, kera dll.. bahkan beliau dituduh sebagai antek PKI, keturunan aseng, ibundanya yang sudah wafatpun difitnah sebagai anggota Gerwani, sebenarnya beliau punya hak untuk menjebloskan orang-orang tersebut ke dalam penjara.
Tapi apa yang beliau lakukan ? Beliau cuek saja. Tak pernah sekalipun melaporkan hinaan dan fitnahan itu kepada pihak yang berwajib. Beliau anggap bukan levelnya untuk menanggapi kasus-kasus remahan dan recehan tersebut. Beliau fokus pada tujuannya : memajukan bangsanya..!

Kemarin saya terkejut membaca berita, polisi menangkap 2 orang perempuan yang menyerang martabat Ahok dan Puput, istri Ahok, atas laporan Ahok.
Hanya untuk kasus yang remah-remah dan recehan begini, Ahok sebagai tokoh nasional tak mampu mengendalikan emosinya...
Seharusnya Ahok meniru sikap kenegarawanan Jokowi dan Han Xin..

Akan selalu ada orang-orang yang tak menyukai prestasi kerja kita atau keluarga kita. Tak usah digubris. Tak usah diladeni. Nanti energi dan waktu kita akan habis buat ribut dengan mereka yang recehan itu...

Bayangkan saja, nantinya berapa kali Ahok dan Puput sebagai korban akan bolak balik sidang di pengadilan sebagai saksi. Terbuang percuma energi dan waktunya buat hal-hal yang tak berguna itu kan ?
Apalagi bila semakin banyak para penghinanya yang bakal dilaporkan ke polisi, akhirnya Ahok ga bisa fokus memajukan aset negara lagi. Hanya fokus membela diri dan bininya...

Saran saya, sebaiknya Ahok segera mencabut LP perkara ini. Bila dilanjutkan malah kontraproduktif dan Ahok tanpa sadar sedang mendowngrade dirinya sendiri di mata publik. Bertarung koq dengan orang yang bukan levelnya...?
Untuk apa, bro....

Yuk Hok, kita semua kudu BELAJAR berjiwa besar...

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
(Amsal)

Salam akal waras..

Sumber : Status Facebook Agoes Ibrahim

Tuesday, August 4, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: