Berjamaah Tapi Sendiri-Sendiri

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Mungkin karena kelamaan rebahan di rumah, pikiran rada oleng. Seorang jamaah usul ke saya di WA,"Bagaimana kalau dalam menghadapi corona ini kita bikin acara tahajjud berjamaah?".

Saya langsung potong saja,"Bijimane sih ente, orang shalat Jumat dan shalat 5 waktu berjamaah saja kita liburkan, ente malah mau bikin acara kumpul-kumpul tahajjud berjamaah. Ada ada aja".

Disemprot gitu, dia malah jawab gini :

"Jadi tahajjud berjamaah ini teknisnya dikerjakan di rumah masing-masing, ustad. Mereka tidak kumpul di masjid", begitu dia jawab sambil ngeles.

"Kalau shalat tahajjudnya di rumah masing-masing, namanya bukan berjamaah. Yang namanya berjamaah itu hanya bila dikerjakan secara ngumpul berkelompok di satu tempat yang sama, alias kudu ngumpul", jelas saya.

"Ya, jadi gini, kita shalat tahajjud di rumah masing-masing, tapi kita saling menghadirkan suasana berjamaah, gitu Stadz", jawabnya lagi.

Ini orang masih pengeyelan aja. Akhirnya saya ladenin.

"Terus yang ente maksud menghadirkan suasana berjamaah itu kayak apa wujudnya?"

"Apakah para jamaah di rumah masing-masing nyalain ZOOM gitu? Tahajjud berjamaah secara online kayak rapat?"

"Nanti imamnya takbiratul ihram di rumahnya, lalu ente di rumah pada ngikutin si imam?"

"Maksudnya jadi tahajjud berjamaah online?", tanya saya.

Habis itu WA nya mati, tidak lagi membalas.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Wednesday, April 1, 2020 - 10:15
Kategori Rubrik: