Beri Jeda, Jangan Reaksioner

Saya termasuk yang pernah salah. Maaf berulang saya ke penerima informasi rasa-rasanya tidak bisa menjadi topeng untuk menutupi kebodohan saya. Sejak saat itu, (dan mudah-mudahan seterusnya), saya jadi lebih hati-hati.
.
Pada dasarnya, hela nafas pertama sebelum mengetikan kata di keyboard atau layar gawai Anda adalah jeda saringan pertama sebelum diunggah. Masih ada waktu untuk membatalkan apa yang kita pikirkan. Pun selesai mengetik, itu adalah kesempatan kedua untuk menimbang! Coba beri jeda 3 detik, tanyakan apakah yakin atau tidak untuk diunggah. Jika tidak yakin, jangan merasa mubadzir untuk membuang rancangan tulisan yang akan kita bagikan, tapi jika yakin, lemparkan saja, biar pembaca yang memutuskan setuju atau tidak setuju. Soal bermanfaat atau tidak postingan kita bisa dipikir kemudian, toh media sosial tidak mewajibkan pemilik akun untuk membagikan informasi bermanfaat saja.
.
Sesekali baku komen dan baku nyinyir hal-hal receh itu biasa. Membagikan informasi ringan dan kocak akan membahagiakan ekosistem perkawanan kita. Setiap senti senyum pemilik akun media sosial ketika membaca postingan lucu itu sangat berharga. Bisa jadi itu adalah mood booster pemilik akun dalam menghadapi hari-hari berat mereka.
.
Yang terpenting, sebisa mungkin jangan sampai menambah mudharat untuk kita atau orang lain. Informasi yang kita unggah seperti anak panah yang sudah terlepas dari busur, sekali terlepas, tak akan bisa ditarik kembali.
.
Itulah pentingnya memberi jeda!

Sumber : Status Facebook Teguh Arifiyadi

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *