Beri Jeda, Jangan Reaksioner

ilustrasi

Oleh : Teguh Arifiyadi

Percayalah, isu apapun di negara ini selalu menyimpan dua sisi, baik dan buruk. Bisa jadi informasi yang anda konsumsi dari media mainstream dan media sosial setengahnya benar tapi setengah lainnya salah, bisa sebagian kecil memang benar tapi di sebagian besar lainnya salah.
.
Slogan (hastag) trending sering mendorong nafsu netizen agar cepat-cepat berpendapat, kritis, menyatakan dukungan atau penolakan, termasuk terdepan membagikan informasi kekinian. Jika isu dan informasinya akurat, tentu menyenangkan dan membanggakan. Tapi, jika ternyata informasinya bohong, tidak akurat, atau tidak utuh, apalagi keluar versi informasi tandingannya yang berbeda, atau justru informasi yang terlanjur kita bagikan itu adalah hoax, sementara kita terlanjut menyatakan pro atau kontra, disitu rasa-rasanya kecerdasan kita seperti dicolong pembuat informasi palsu.
.
Mungkin saatnya kita belajar sabar dan memberi jeda setiap kita menerima asupan informasi. Tak selamanya sumber kredibel atau ketokohan seseorang itu menjamin kebenaran sejati sebuah informasi. Ilmu dan informasi di dunia ini beragam, tak ada orang yang tau semua hal, sangat mungkin seseorang salah menyampaikan pesan atau informasi, terlebih jika itu bukan bidang keahliannya.

Saya termasuk yang pernah salah. Maaf berulang saya ke penerima informasi rasa-rasanya tidak bisa menjadi topeng untuk menutupi kebodohan saya. Sejak saat itu, (dan mudah-mudahan seterusnya), saya jadi lebih hati-hati.
.
Pada dasarnya, hela nafas pertama sebelum mengetikan kata di keyboard atau layar gawai Anda adalah jeda saringan pertama sebelum diunggah. Masih ada waktu untuk membatalkan apa yang kita pikirkan. Pun selesai mengetik, itu adalah kesempatan kedua untuk menimbang! Coba beri jeda 3 detik, tanyakan apakah yakin atau tidak untuk diunggah. Jika tidak yakin, jangan merasa mubadzir untuk membuang rancangan tulisan yang akan kita bagikan, tapi jika yakin, lemparkan saja, biar pembaca yang memutuskan setuju atau tidak setuju. Soal bermanfaat atau tidak postingan kita bisa dipikir kemudian, toh media sosial tidak mewajibkan pemilik akun untuk membagikan informasi bermanfaat saja.
.
Sesekali baku komen dan baku nyinyir hal-hal receh itu biasa. Membagikan informasi ringan dan kocak akan membahagiakan ekosistem perkawanan kita. Setiap senti senyum pemilik akun media sosial ketika membaca postingan lucu itu sangat berharga. Bisa jadi itu adalah mood booster pemilik akun dalam menghadapi hari-hari berat mereka.
.
Yang terpenting, sebisa mungkin jangan sampai menambah mudharat untuk kita atau orang lain. Informasi yang kita unggah seperti anak panah yang sudah terlepas dari busur, sekali terlepas, tak akan bisa ditarik kembali.
.
Itulah pentingnya memberi jeda!

Sumber : Status Facebook Teguh Arifiyadi

Monday, October 28, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: