Berdamai Dengan Perbedaan

ilustrasi

Oleh : Ruly Achdiat Santabrata

AMARAH 7 juta yang terkoordinasi naik terus menuju puncak pada 212.

Namun tanpa diduga seusai pengadilan Ahok MENGHARDIK Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin yang juga Rois Aam NU.

FATAL? Iya.

==========

Ketua PBNU: Yang RUGI Ahok sendiri. Masyarakat MU Jakarta bisa jadi TIDAK AKAN memilih dia. Berita: https://mediaindonesia.com/…/90358-said-aqil-yang-rugi-ahok…

==========

Ahok cepat SADAR, meminta maaf pada KH Ma’ruf Amin. Namun KEKALAHAN tetap tak terhindarkan. Tak sampai di situ keluarganya dirundung DUKA. Dia BERPISAH dengan ibu anak2nya.

Ahok berlapang dada tak banding melainkan LEGOWO jalani hukuman. Jasmani dan batiniah.

Kelompok oposisi yang siap “BERKELAHI” merangsek ke tingkat nasional dgn tujuan utama JATUHKAN Jokowi, energinya TERKURAS (dan cepat puas?) dgn kemenangannya.

... tarik nafas ...

Yang di garis bawahi di atas mungkin adalah kunci SKENARIO ILAHI lewat tangan seorang ketua organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Sebuah plot twist dari sang maha sutradara yang paling SUTRADARA.

Semesta menyiram air SURGAWI di atas bara2 api demi mencenggah KEMUNGKARAN yang meluas.

Negeri adem.

Dan justru AMANAH lebih tinggi dibebankan kepada 3 aktor utama. Mereka “diangkat derajatnya”

Tahun ini,

KH Ma’ruf Amin naik mendampingi Jokowi jadi orang nomor DUA. Jokowi tetap nomor SATU. Ahok dipertemukan dengan jodohnya yang keDUA (dan mendapat tugas berat nan mulia di BUMN)

Tapi sudahlah, mari selanjutnya kita BERDAMAI DGN PERBEDAAN

Menghimpun bukan memecah
Memperbaiki bukan merusak

Kegagalan seseorang memandang kemuliaan golongannya, sementara mengalienasi golongan lainnya, adalah bentuk PENYESATAN terbesar keyakinan akan KUASA Tuhan, dan kepatuhan akan aturan berbangsa dan bernegara yg BERMARTABAT.

Ketika terjadi pertikaian, perdamaian menjadi suatu yang sangat TERPUJI. Jika perselisihan adalah keburukan, pertengkaran adalah AIB, maka sebaliknya, perdamaian dan usaha mendamaikan adalah suatu RAHMAT.

Mari beribadah dengan mensyukuri rahmat Tuhan. Dan berusaha di bumi dengan menjaga marwah bangsa dan negara Indonesia

Sebagai umat muslim, kami paham bahwa perbedaan pada manusia adalah hal yang telah DIGARISKAN oleh Allah Azza wa Jalla.

Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat) (QS 11:118)

Kalau kita ingin amar makruf nahi munkar, kita harus LULUS dulu jadi manusia.

Kalau menjadi “manusia” saja belum lulus, bagaimana diri kita sanggup amar makruf nahi munkar berlandaskan KASIH SAYANG, seperti Nabi Muhammad SAW TELADANkan?

“Rasulullah rindu kita”, begitu kata Gus Muwafiq yang sedang naik daun.
_____

MOHON MAAF apabila ada kelalaian dalam ucap dan kata. Semoga kita semua sadari betul akan maksud dan pentingnya pesan yg kami coba sampaikan.

Aku ucapkan #Salam212 kalau angka itu penting bagimu.

Sumber : Status Facebook Ruly Achdiat Santabrata

Tuesday, December 3, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: