Berdalih Umroh, Rizieq Shihab Kabur dari Indonesia

Ilustrasi

Oleh : Fajar Arifin Ahmad

Pimpinan FPI yang juga pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), nyalinya cuma seujung kotoran kuku. Buktinya ketika akan diperiksa tentang dugaan chat mesum dengan Firza pada 28 April kemarin, Habib Rizieq Shihab kabur dengan dalih Umroh tanpa menyampaikan pemberitahuan. Jangankan memberitahu polisi, memberitahu pengacaranya saja tidak.

Seperti diketahui, sebuah akun anonym yang mengatasnamakan anonymous melalui youtube beberapa waktu lalu membocorkan percakapan mesum yang diduga dilakukan Rizieq dengan Firza Husein yang merupakan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (YSSC). Dalam video chat yang dibagikan itu, tidak hanya kata-kata mesum yang muncul namun juga sosok Firza dalam berbagai pose telanjang bulat di beberapa tempat. Bukan hanya di kamar namun juga di toilet.

Beredarnya video chat mesum itu kemudian dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi pada 30 Januari. Polri sendiri bergerak cepat menyelidiki kasus tersebut. Bukan hanya memeriksa Firza yang juga disidik dalam kasus makar namun juga menyita berbagai barang bukti yang terdapat dirumahnya. Berdasarkan barang bukti dan tampilan di chat tersebut memang mirip seperti selimut, televise maupun bila diperhatikan dinding maupun lantai kamar.

Sebelum kabur, keluarga Rizieq dan para pengikutnya menyebar alibi sebagai penguat alas an kabur yakni adanya penembakan yang dilakukan sniper ke kamar pribadinya. Kita semua tahu, rumah Rizieq Shihab berada di sebuah kawasan yang relative sulit terjangkau dan tidak mudah ditembus. Setiap orang yang mau memasuki kawasan pimpinan FPI itu harus melalui gerbang pemeriksaan yang sangat ketat. Jadi siapa yang bisa mengakses ke dalam?

Keanehan lain soal dugaan penembakan mengapa paska penembakan itu tidak ada yang melaporkan ke kepolisian? Apa alasannya? Kapolres Bogor, AKBP M Dicky Paskita sudah membantah adanya laporan ke institusinya. Ketika ditunjukkan foto kaca yang ditembus peluru, Kapolres meragukan lobang kaca itu merupakan hasil bidikan peluru. "Lagipula kalau pecahnya kayak gitu itu bukan pecah karena sniper. Kerikil melejit barangkali," jelas Dicky.

Di sisi lain, tidak ada kejelasan kapan Rizieq Shihab kembali dari Umroh. Berbagai pihak yang dikonfirmasi juga tidak ada yang tahu. Bukti pendukung lain yang juga diunggah oleh anonymous adalah suara seorang perempuan yang mengaku bernama Firza saat sedang menelpon orang lain bernama Ema dalam rekaman. Meski lawan bicara tidak mengeluarkan suara, penuturan Firza mengenai hubungan mereka dengan Rizieq Shihab makin menguatkan adanya chat mesum itu.

Sepertinya ada yang membocorkan ke Rizieq bahwa penyidikan kasus chat mesum ini benar-benar akan dituntaskan Polri. Bukan hanya karena meresahkan masyarakat namun yang paling penting karena bukti-bukti yang diperlukan sudah berada di kepolisian.

Kasus-Kasus

Kasus ini juga harusnya makin membuka mata kita terutama para pengikut FPI atau yang bergabung dalam Aksi Bela Islam 411 dan 212. Kasus chat mesum ini hanya 1 diantara 9 kasus lain yang menyandera pria yang sering mengucap kata-kata kotor dalam tiap orasinya. Delapan kasus lain yakni :

  1. Penghinaan bahasa sunda Sampurasun jadi Campuracun dilaporkan oleh Angkatan Muda Siliwangi pada 24 November 2015
  2. Penodaan Pancasila, sudah dilaporkan oleh Sukmawati pada 27 Oktober 2016
  3. Pelecehan Umat Kristen dilaporkan oleh PMKRI pada 26 Desember 2016
  4. Penyebaran kebencian SARA dilaporkan oleh Student Peace Institute pada 27 Desember 2016
  5. Ujaran kebencian dilaporkan oleh Rumah Pelita dilaporkan pada 30 Desember 2016
  6. Fitnah uang berlogo palu arit dilaporkan oleh Jaringan Intelektual Muda Antifitnah pada 30 Desember 2016
  7. Tuduhan logo palu arit pada mata uang RI dilaporkan oleh Solidaritas Merah Putih pada 10 Januari 2017
  8. Dugaan penyerobotan tanah di Mega Mendung Bogor yang masih dalam penyidikan

Sembilan daftar kasus ini harusnya menjadi pintu masuk bagi Polri untuk menuntaskan semuanya. Rizieq Shihab tidak boleh dibiarkan terus menerus melakukan provokasi ditengah-tengah masyarakat. Apalagi saat di Saudi, dia main klaim bahwa umroh karena undangan Raja Salman. Bagaimana bisa? Raja Salman ke Indonesia saja dia tidak diundang apalagi dia mendapat kehormatan diundang Raja Salman umroh. Isu murahan yang coba-coba angkat derajat Rizieq Shihab.

Begitu pula bagi sebagian orang yang anggap bahwa bila Polri mengusut kasus-kasus pimpinan FPI merupakan kriminalisasi Ulama atau Islam. Salah besar. Siapapun jika bersalah ya harus diusut dan dituntaskan masalahnya. Tidak boleh ada orang yang kebal hukum. Lihat saja, seorang Menteri Agama saja dulu bisa kena kasus. Menteri era SBY juga sudah ada 7 yang masuk bui dan tidak masalah. Rizieq Shihab tetap manusia biasa seperti rakyat lain. Jika salah, melanggar peraturan, berbuat sewenang-wenang harus menghadapi proses hukum.

Sumber : Status Facebook Fajar Arifin Ahmad

 

 

Sunday, April 30, 2017 - 22:30
Kategori Rubrik: