Berbuat Baik Pun Salah

Oleh: Wahyu Sutono

 

Entah setan apa yang sudah merasuki hati para pendengki ini, seolah tidak pernah kehabisan stock untuk mengumbar ujaran kebenciannya. Semua yang dilakukan Presiden Jokowi selalu salah dan tidak ada yang baik di mata mereka.

Padahal bila hanya sekedar berbagi sembako, itu sudah biasa beliau lakukan sejak masih di Solo, baik atas spirit pribadinya, mau pun atas nama kelembagaan sebagai Walikota, lalu Gubernur, mau pun kini sebagai presiden.

 

Lihatlah mereka yang menerimanya begitu gembira dan bahagia. Lalu yang salah dimana? Kalian sebut itu sebagai pencitraan? Bagi seorang Jokowi tidak butuh pencitraan. Kalian sebut tak menyelesaikan masalah? Lalu apa kalian ikut menyelesaikan masalah?

Presiden Jokowi sudah jauh dan sudah diprogram semua langkah-langkahnya, dan hal seperti ini hanya sisi luarnya yang tak seberapa, tapi sangat bermanfaat bagi penerimanya. Seharusnya kalian wahai para pendengki, bisa melepas ego sejenak. Toh pilpres sudah lama berlalu. Semangat kebersamaan saat ini amat sangat diperlukan.

Pembagian sekitar 400 paket sembako di kawasan Jakarta Pusat yang dilakukan Presiden Jokowi selepas pulang dari Istana Merdeka, saat menuju Istana Bogor, Jawa Barat, seharusnya bisa kita syukuri dan bisa dijadikan motivasi untuk sama-sama berbagi.

Beliau membagikan mulai dari Jalan Harmoni hingga Kemayoran. Tapi berhenti di beberapa titik, lalu bagi-bagi terus jalan lagi. Tidak hanya ojek online saja yang mendapatkannya, tapi juga para pedagang asongan yang mendapat sembako yang berisi beras, minyak, mie instan, hingga susu kotak.

Banyak yang sudah turun tangan. Dari pengusaha, seniman, budayawan, hingga relawan dari masyarakat pada umumnya. Nah sekarang giliran kalian yang selama ini hanya bisa nyinyir dan mengeluh..

Semangat bersatu untuk Indonesia sehat

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Friday, April 10, 2020 - 13:30
Kategori Rubrik: