Berbagi Cerita Sebagai Warga DKI

ilustrasi

Oleh : Amantha DRaya

Minggu lalu di bulan Nopember 2019 ini, saya urus akte kelahiran 2 anak saya yg berumur 5 dan 2 tahun di salah satu kelurahan di DKI. Ada sebab mengapa saya begitu terlambat urus akte kelahiran mereka. Begini, tahun 2009 saya pernah urus akte kelahiran anak saya yang pertama. Minta ampun, prosesnya ber-belit2 dan menyita waktu. Setelah semua persyaratan saya penuhi, petugas menjanjikan ambil hasilnya 2 minggu kemudian. Singkat cerita, akte kelahiran itu baru keluar 1,5 bulan setelahnya. Setidaknya 5X saya harus mondar-mandir ke kantor itu untuk menanyakan hasil. Jawabannya selalu :"Belum selesai Pak...."

Inilah yg membuat saya trauma urus akte kelahiran 2 anak saya yg terakhir itu, sehingga ada rasa malas dgn urusan ber-belit2! Tapi karena ada kebutuhan urus kartu peserta BPJS, maka mau tak mau wajib saya urus akte itu.
Hari pertama saya datang, petugas kelurahan menjelaskan persyaratan2 yg harus dipenuhi. Lalu besoknya saya datang dengan segala persyaratan yg sudah saya lengkapi. Setelah didata, kemudian saya diberi surat berupa resi sebagai tanda bukti pengambilan 1 minggu kemudian. Karena 1 minggu itu jatuhnya hari Sabtu, maka saya baru datang ke kelurahan pada hari Senin nya. Alhamdulillah, beres.....dan semua bebas biaya apapun..!!!

Saya terkesan, 1 minggu terbukti benar2 jadi. Dan yg membuat saya lebih terkesan adalah keramahan petugas2 kelurahan yang bergantian melayani saya selama proses pengurusan ini. Oh.... bangganya saya kini sebagai warga DKI untuk urus dokumen2 begini ternyata bisa memuaskan dan memudahkan masyarakat. Semoga ini juga bisa dialami saudara2ku di provinsi lain seluruh Indonesia.

Terima kasih Pak Jokowi dan Pak Ahok, saya ingat anda berdua lah yg melakukan gebrakan membuang birokrasi berbelit dan pungli di DKI semasa anda menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Ingatan saya didasarkan atas berita2 yang saya tonton di media2 televisi, ketika anda sering sidak diam2 ke instansi2 pemda DKI. Bukan sekali dua kali anda mendamprat seorang Lurah yang datang terlambat ke kantor, bahkan mencopot aparat2 pemda yg "nakal". Semoga kedisiplinan dan keprofesionalan aparat pemda yang anda wariskan ini akan tetap berjalan di Jakarta. Tapi saya jadi inget Lem Aibon nih.....
Sekali lagi terima kasih untuk anda berdua

Sumber : Status Facebook Amantha DRaya

Saturday, November 30, 2019 - 11:00
Kategori Rubrik: