Beranikah Anies Putuskan Policy MRT Tahap 2?

ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

JIKA BENAR selain peresmian MRT Tahap 1 hari ini juga akan ada groundbreaking MRT Tahap 2 (8 km Bundaran HI-Kota), maka ini PERTAMA KALINYA kita layak memberi kredit kepada gubernur Jakarta

Seperti saat Jokowi sebagai gubernur, berani memgeksekusi MRT Tahap 1 sepanjang 16 km. Dan sebagai Presiden, memutuskan membangun jalur LRT sepanjang 42 km

Memang seharusnya Anies Baswedan berani mengeksekusi proyek2 transportasi massal..

Contohnya LRT yang milik Pemprov. Kan baru trbentang 5,8 km (Pegangsaan Kelapa Gading-Velodrome Rw.mangun). Dulu kan ceritanya ngejar Asian Games, trnyata ngga nyampe.

Panjang jalur LRT milik Pemprov harus dikejar, karena warga pasti butuh efisiensi. Kalo dr Velodrome bisa lurus ke Pramuka, lalu masuk jalan Tambak, Manggarai, Pasar Rumput lalu Dukuh Atas, wah udah keren banget.

Proyek LRT milik pusat sendiri nanti akan berfokus mengejar jalur Kuningan-Senayan-Palmerah dan Kuningan-Grogol.

Problemnya cuman satu..
Hampir smua biaya pembangunan lewat hutang.. 
Gubernur seiman berani ngga melanggar janjinya kepada warga seiman?

Selamat kepada warga Jabodetabek..
Satu moda transportasi massal baru, telah tiba
Satu budaya baru..
Satu operator baru (selain KAI)

Trutama warga trdampak proyek di sepanjang Lebak Bulus dan jalan Fatmawati.
Banyak pebisnis yang rela berkorban selama 6 tahun ini, demi lancarnya proyek MRT yang memakan badan jalan Fatmawati yang sempit itu

Well done pak pemerintah

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Sunday, March 24, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: