Berakhirnya Pandemi

ilustrasi
Oleh : Fadly Abu Zayyan
Seorang kawan bertanya kepada saya sebuah pertanyaan yang juga milik banyak orang. Yaitu, kapan Pandemik akan berakhir? Dan kenapa mereka yang sudah divaksin masih bisa positif Covid-19?
Sejak awal meletusnya Pandemik ini, saya sudah mengatakan bahwa ini adalah Pandemik yang Pelik. Dan juga tidak menutup kemungkinan terdapat campur tangan manusia. Dan kapan pastinya akan berakhir, ini juga tergantung ikhtiar kita dan tentunya juga Kehendak Tuhan. Tapi jika bencana ini adalah akibat ulah manusia sendiri (diciptakan namun tak dapat mengendalikan), bisa jadi ikhtiar kita yang akan paling banyak menentukan agar ini berakhir. Sekaligus peringatan bagi kita, sebagai penyebab kerusakan.
Mengenai pertanyaan kenapa mereka yang divaksin masih bisa positif Covid-19, tentu wilayah mereka yang kompeten untuk menjawabnya. Saya hanya akan berusaha memberikan analogi agar mudah dipahami.
Seseorang yang divaksin, tujuannya adalah terjadi kekebalan dalam tubuhnya. Dan arti kebal bukan berarti virus tidak bisa menginfeksi (positif). Sama halnya seseorang yang dikatakan kebal peluru. Bukan berarti ia tidak bisa ditembak. Tapi ia tidak akan mati atau bahkan terluka jika ditembak. Namun jejak pelurunya masih ada yang menandakan bahwa ia positif tertembak (jika virus istilahnya terinfeksi). Misalnya, bajunya yang bolong atau ada bekas selongsong peluru. Itulah yang dinamakan dengan kebal.
Proses vaksinasi adalah virus yang dilemahkan atau tidak aktif yang dimasukkan dalam tubuh kita. Tujuannya agar sistem imun tubuh mengenal dan kemudian melawan virus itu. Itulah kenapa virus itu dilemahkan atau inactive, tujuannya agar memastikan imun kita menang dalam pertarungan. ibarat Satpam Perumahan, ia jadi lebih tanggap meringkus pencuri yang masuk kompleks karena selama ini maling itu tidak dikenali disebabkan menyamar sebagai tamu warga. Bukan berarti pencuri selamanya tidak akan berusaha masuk ke dalam kompleks.
Nah, supaya kompleks perumahan itu terjadi kekebalan, ada tiga cara supaya tidak bisa kemalingan atau kerampokan. Sama halnya untuk menjawab kapan Pandemik berakhir
1. VIRUSNYA DIHILANGKAN
Ini sama halnya dengan menghapus profesi maling. Kalau pekerjaan ini adalah faktor alami karena situasi sosial ekonomi sehingga orang menjadi pencuri, tentu akan sulit dan butuh proses panjang. Misalnya, menyejahterakan masyarakat, pendidikan moral dsb. Beda cerita jika komplotan pencuri (baca: virus) ini hasil dari diciptakan. Kita bisa langsung menggebuk ketua geng rampoknya yang ternyata mempunyai usaha Jasa Pengamanan. Dia menciptakan masalah, ia juga yang menawarkan solusinya Sekarang tinggal lebih kuat mana, antara pengurus warga kompleks dengan komplotan penjahat itu yang bisa jadi masih ada backing mafia besar di belakangnya.
2. VAKSINASI
Sebagaimana sudah saya jelaskan di atas bahwa proses vaksinasi tujuannya agar Sistem Keamanan Kompleks (imun) mengenali dan meringkus maling yang mencoba masuk. Ini biayanya jauh kebih rendah dan terjangkau. Cukup dengan berjaga giliran ronda tiap hari. Lama2 malingnya yang takut masuk. Tapi ini butuh kesadaran kolektif dan sikap disiplin. Atau bisa dengan iuran patungan untuk membayar Satpam mungkin sudah selesai. Syukur2 Pak Ketua RTnya kaya dan bisa menggratiskan biaya keamanan (imunisasi Gratis).
3. REKAYASA KOMPLEKS
Ini adalah upaya yang memakan biaya tinggi. Hanya bisa dilakukan pada lingkungan orang2 mapan (kaya). Misalnya, memasang portal, stiker barcode mobil penghuni agar portal terbuka otomatis, namun alarm akan menyala jika bukan penghuni yang menerobos masuk. Belum lagi pemasangan CCTV tiap rumah, serta diwajibkan pemasangan pagar yang tinggi. Inilah gambaran dari tekhnologi CRISPR dimana ia mampu mengedit DNA seseorang agar kebal bahkan tidak dapat terinfeksi virus tertentu yang menyebabkan suatu penyakit.
Pada akhirnya, tiga pilihan ini ada di tangan kita. Memang yang paling ideal adalah pilihan pertama, yaitu Virus dihilangkan. Tapi pertanyaannya, apakah memungkinkan meskipun itu bukan suatu hal yang mustahil. Sedangkan pilihan kedua terlihat lebih realistis dan ideal untuk manusia sebagai makhluk sosial. Dan pilihan terakhir hanya bisa dilakukan oleh sebagian kelas sosial saja. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pemilik industri portal otomatis, alarm, CCTV adalah juga yang mendanai ketua genk rampok itu untuk menciptakan ketakuatan. Mari kita semua berpikir..
*FAZ*
Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan
Monday, January 25, 2021 - 09:30
Kategori Rubrik: