Bendera Tauhid Lagi? (Sun Tzu : The Art of War . . .

Oleh : Harun Iskandar

Hari ini, di Jakarta, Jum'at 26 Oktober 2018, kalau jadi, akan dimulai rentetan 'Demo Berjilid'. Di kota lain, Solo misalnya, sudah dimulai . . . .

Tema 'Bela Kalimat Tauhid'

Peserta pasti akan bawa 'bendera' seperti yang dibakar Banser Garut. Katanya 'bendera tauhid'. Bahkan lebih tegas disebut 'bendera Rasul' !

Sebenarnyalah mereka menggunakan hadits yang tidak shahih untuk klaim bentuk 'bendera' Rasul. Bahkan dhaif karena rawi pembohong, dan ada pula yg mungkar. Atau juga setidaknya hasan, sama sekali bukan shahih !

Silakan bawa bendera dengan rancangan contoh seperti dibawah ini. Warna terserah. Ini juga Kalimat Tauhid. Malah lebih 'mendekati' klaim 'Bendera Rasul', karena berhuruf 'Kufi'

Coba minta dengan baik2, ganti bendera yang mereka bawa dengan bendera 'kita'. Mau atau tidak . . .

Kalau tidak mau, berarti . . . ?

Wait and see lah . . .

Dimulai-lah 'perang' dengan strategi 'Sun Tzu'. Sudah bukan lagi tahap menyusun siasat.

Perang ? Serem ? Berdarah-darah ?

Jangan naif !

Strategi perang 'Sun Tzu' inipun biasa juga diterapkan dalam bisnis. Dan ini adalah perang 'perebutan' kekuasan. Tak harus dengan bedil dan pedang.

Siapa pula bilang isu pembakaran 'bendera tauhid' jangan dikaitkan dengan politik (kekuasaan) ? Sudah ada yg teriak2 tuh !

Dan perang, yang sesungguhnya pun, yang baik adalah memenangkan tanpa pertempuran. Cukup dengan strategi.

Dan yang terburuk dengan cara menyerbu 'kastil' musuh. Akan berdarah-darah. Memakan banyak korban sia-sia.

Demikian catatan strategi perang Sun Tzu, ada yg menyebutnya Sun Zi. Ahli Strategi Perang Kemiliteran Tiongkok Kuno, 500 tahun Sebelum Masehi.

Yang saat ini diterapkan adalah 'salah satu' strategi awal.. Melahap cadangan makanan musuh. Satu karung makanan musuh setara 20 karung makanan kita, tulis Sun Tzu. Untuk menggambarkan besarnya dampak . . .

Cadangan makanan ? Ya makanan !

Itu adalah Orang Islam yang masuk dalam kategori 'Swing Voter'. Massa mengambang. Dan atau juga Nahdiyyin, wong NU, yg selama ini setia mendukung 'pemerintah'.

Dengan 'penggorengan' isu Banser pembakar 'bendera tauhid', diharapkan mateng krispy jadi Banser 'Penghina kalimat tauhid'. Dan demo-demo itulah proses penggorengan . . .

Banser adalah NU. Dan NU, organisasi massa Islam terbesar di Indonesia bahkan mungkin di dunia, akan segera tergembosi. Karena sebagian anggota atau simpatisannya ada yang benar2 percaya isu 'penghinaan kalimat tauhid'.

Swing Voter pun tinggal mengikuti . .

Dan ini baru langkah awal ! Test Case !

Lalu bagaimana strategi langkah 'penangkal' dari Banser dan NU ? Sudah adakah ?

Wait and see, lah . . . . . . . . . .

Pulogebang Permai, Jakarta Timur

Jum'at Wage, 26 Oktober 2018

Sumber : facebook Harun Iskandar

 

Friday, October 26, 2018 - 17:30
Kategori Rubrik: