Bendera Rasulullah? Yang Benar Aja...

Oleh: Satria Dharma

 

Saya tidak nonton acara ILC “212: PERLUKAH REUNI” pada Sabtu, 2 Desember 2017 dan juga tidak tertarik. Menurut saya perdebatan di ILC itu memang dirancang untuk saling serang dan saling ejek. Jadi tujuannya memang bukan untuk mencari persamaan atau kesepakatan. Dan itu bisa membuat Anda emosional belaka.  Lha wong begitu acaranya selesai dunia medsos langsung kebanjiran posting yang saling serang, ejek, hina, dan caci maki. 

Tapi seorang teman mengirimkan potongan videonya ke saya, yaitu potongan ketika Felix Siauw menjelaskan tentang bendera HTI yang diklaimnya sama dengan bendera Rasulullah (Al-Liwa’). Dia ingin tanggapan saya karena tahu bahwa saya menentang HTI.

 

 

Felix Siauw ini seorang muallaf muda dan ganteng yang sangat menarik jika berbicara. Penampilannya simpatik dan bacaannya hebat. Tapi soal bendera HTI yang katanya adalah bendera Rasulullah menurut saya sudah off-side dan perlu disemprit. 

Dalam tayangan tersebut Felix menyatakan bahwa bendera yang selama ini dipakai oleh orang-orang HTI itu bukan bendera HTI tapi bendera Rasulullah. Jadi karena bendera HTI itu bertuliskan kalimat tauhid atau syahadatain sebagaimana yang terdapat dalam hadist yang ia bacakan maka bendera itu sebenarnya bukan bendera HTI tapi bendera Rasulullah. Ia lalu mengutip hadist yang dengan lancar ia ucapkan sambil bertanya perlu diterjemahkan nggak. Mungkin maksudnya mau mengejek Abu Janda yang mungkin tidak tahu arti dari hadist yang ia sebutkan tersebut. 

Berdasarkan hadist tersebut bendera Rasulullah itu berwarna putih dan berlafazkan kalimat tauhid. Jadi karena bendera yang dibawa-bawa oleh orang HTI selama ini adalah bendera berwarna putih dan bertuliskan lafaz kalimat Tauhid maka bendera itu adalah bendera Rasulullah dan bukan bendera HTI! Perhatikan bahwa Felix tidak mengatakan bahwa bendera yang dibawa tersebut SEPERTI bendera Rasulullah yang disebutkan dalam hadist tapi dengan begitu meyakinkan menyatakan bahwa itulah bendera Rasulullah!

Emangnya siapa sih yang pernah benar-benar melihat dan tahu bendera Rasulullah?
Emang Felix pernah lihat seperti apa sebenarnya bendera Rasulullah? Lha wong cuma berdasarkan DESKRIPSI yang ada dalam hadist saja kok ya berani-beraninya mengaku-ngaku bahwa itulah bendera Rasulullah. Hadist tersebut hanyalah mendeskripsikan bentuk dari bendera Rasulullah tapi bagaimana VISUAL dari bendera itu sendiri tak seorang pun tahu dengan pasti.

Mari saya beri ilustrasi. Seandainya ada yang mengatakan bahwa bendera Raja Sulaiman adalah kuning dan hijau dan ada tulisan Sulaiman di dalamnya. Apakah dengan demikian maka semua bendera yang kuning dan hijau serta ada tulisan Sulaiman di dalamnya akan menjadi bendera Raja Sulaiman? Bagaimana bentuk sebenarnya? Apakah perbandingan kuning dan hijaunya seimbang? Apakah warna kuning di atas dan hijau di bawah atau sebaliknya? Bagaimana bentuk huruf tulisan ‘Sulaiman’ yang ada? Di sebelah mana letaknya, di tengah, atas, bawah? Pakai jenis huruf apa dan seberapa besar? Itu semuanya akan menjadi tafsir. Kalau Anda tidak pernah tahu maka deskripsi dari hadist tersebut akan Anda interpretasikan sesuai dengan pemahaman Anda. Tapi jelas Anda tidak boleh mengklaim bahwa ya memang seperti itulah bendera Rasulullah.

Mau ilustrasi lain? Seandainya ada hadist yang menyatakan bahwa Umar bin Khattab punya tongkat dan tongkat Umar bin Khattab itu terbuat dari kayu yang keras dan gagangnya ada kepala singa terbuat dari logam. Jika kebetulan Anda punya tongkat semacam itu apakah Anda akan berani mengaku bahwa tongkat itu sebenarnya bukan tongkat Anda tapi tongkatnya Umar bin Khattab? 

Ada banyak hadist tentang perawakan dan wajah Nabi Muhammad. Tapi apakah Anda akan berani bilang bahwa hidung Anda sebenarnya adalah hidung nabi Muhammad sesuai dengan deskripsi yang ada dalam hadist?
Itulah sebabnya mengapa meski pun berdasarkan deskripsi hadist yang sama tapi HTI dan ISIS (dan Negara Saudi Arabia) memiliki visualisasi bendera yang berbeda. Ketiganya menggunakan bendera dengan kalimat tauhid di dalamnya. Lalu interpretasi dan visualisasi bendera siapa di antara ketiganya yang benar-benar menggambarkan bendera Rasulullah secara benar?

Coba perhatikan bahwa selain HTI, yang menggunakan bendera berlafazkan kalimat Tauhid tersebut adalah ISIS. Selain itu ada negara Arab Saudi yang juga menggunakan bendera dengan lafaz kalimat Tauhid tersebut.
Coba perhatikan bahwa ketiga bendera ini sama-sama menggunakan kalimat tauhid tapi dengan desain yang berbeda. Lantas bendera yang mana yang dianggap mewakili bendera Rasulullah (Al-Liwa’). Apakah bendera HTI mewakili bendera Rasulullah? Atau bendera ISIS? Atau milik Arab Saudi?

Tentu saja kita tidak bisa mengatakan bahwa SALAH SATU di antara mereka adalah bendera Rasulullah atau mengatakan bahwa KETIGANYA adalah bendera Rasulullah hanya karena bendera-bendera tersebut bertuliskan lafaz kalimat tauhid. Kita hanya bisa mengatakan bahwa bendera mereka menggunakan LAFAZ YANG SAMA dengan bendera Rasulullah. Jadi klaim bahwa bendera HTI adalah bendera Rasulullah yang disampaikan oleh Felix Siauw adalah sebuah pernyataan yang off-side karena dengan demikian dia juga harus menyatakan bahwa bendera ISIS dan bendera Saudi Arabia adalah bendera Rasulullah juga.

Tapi Felix Siauw memang cerdas. Setelah itu dia tidak bicara lagi tentang bendera tapi bicara tentang kalimat tauhid di acara tersebut. Dia menyodok pendengar dengan mengatakan bahwa kalimat itulah yang kita bela sebagai umat Islam di mana kita ingin hidup dengan itu, ingin mati dengan itu, dan ingin hidup lagi dengan itu. Jadi topik tentang bendera dengan cerdasnya dibelokkannya ke syahadatain, pernyataan ketauhidan. Setelah itu ia menembak bahwa aneh sekali ada umat Islam yang anti dengan syahadatain. Maksudnya tentu saja untuk menggiring pemirsa bahwa kalau ada yang tidak setuju dengan bendera HTI maka Anda termasuk anti dengan syahadatain. Bagaimana mungkin Anda ini mengaku muslim tapi anti dengan syahadatnya sendiri, demikian sodok Felix. Ini sungguh cerdas tapi juga licik lho! Abu Janda sampai gregetan pingin komentar tapi tidak diberi kesempatan.  Dari soal bendera digiringnya pada ketauhidan dan dipakainya utk mendiskreditkan pihak lain. Dia menuduh Abu Janda melakukan penggiringan opini, pembohongan, dan provokasi padahal saat itu juga ia melakukan hal tersebut. OMG…! 

Felix juga menyatakan bahwa bendera HTI itu benderanya umat Islam. Apakah dengan demikian dia juga akan mengatakan bahwa bendera ISIS dan bendera negara Saudi Arabia adalah bendera umat Islam juga? Bukankah bendera mereka juga berlafazkan kalimat tauhid sebagaimana benderanya HTI? Saya ingin sekali mendengar bahwa Felix Siauw mengakui bahwa bendera ISIS dan bendera Arab Saudi itu sebenarnya bukan bendera ISIS dan negara Arab Saudi tapi bendera Rasulullah dan benderanya umat Islam karena berlafazkan kalimat tauhid atau syahadatain juga. Jadi mari kita menggunakan bendera ISIS jika ingin bersatu dalam sebuah persatuan umat Islam. Saya yakin Felix tidak akan ngomong begitu karena tidak ingin disangkut-pautkan dengan ISIS mau pun benderanya. Jadi sebenarnya Felix ini nggedabrus atau mau membohongi umat Islam? Kalau benar bahwa bendera yang dibawa-bawa oleh orang HTI adalah benderanya Rasulullah maka saya anjurkan agar disimpan di museum dan dirawat agar semua umat Islam bisa tahu seperti apa sebenarnya bendera Rasulullah (Al-Liwa’) tersebut. Eman-eman kalau rusak. 

Almarhum KH Ali Mustafa Ya’qub pernah mengatakan, sebenarnya tidak ada larangan bagi satu kelompok untuk memakai simbol Rayah dan Liwa’. Namun, jika tujuannya untuk menipu atau mengecoh umat Islam, tentu itu jelas haram.

Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, kelompok-kelompok ekstremis, seperti Islamic State of Irak and Suriah (ISIS), menggunakan Rayah dan Liwa’ untuk menipu umat Islam. Hal itu dibuktikan dengan perbuatan mereka yang tidak sesuai dengan slogan yang mereka usung. Penggunaan Rayah dan Liwa’ hanya sekadar propaganda untuk menarik simpati umat Islam.

Demikian juga tentang fungsi Rayah dan Liwa’ sebagai bendera umat Islam. Menurut Ali Mustafa, tidak ada dalil kuat yang bisa mengklaim begitu saja bahwa Liwa’ merupakan bendera umat Islam. Menurutnya, Islam bukan bendera, melainkan keyakinan. Keberadaan rayah dan liwa’ pada zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hanya sebagai tanda.

Sekian dulu. Tapi sebelumnya saya mau sampaikan bahwa saya menulis ini BUKAN karena tidak suka dengan Felix Siauw. Saya bahkan kagum dengannya. Arek iki cek pinter dan fasihnya.  Tapi kalau off-side saya rasa perlu kita semprit bersama.

Surabaya, 7 Desember 2017

 

(Sumber: Facebook Satria Dharma)

Tuesday, December 12, 2017 - 22:00
Kategori Rubrik: