Bendera Itu (Lagi)

Ilustrasi

Oleh : Dina Sulaiman

Cuma mau ikut komen soal kejadian terbaru yang menghebohkan itu. Pakai logika sederhana aja: kalau itu bendera umat Islam secara umum, tentu ga akan ada masalah ya? Siapapun bebas mengibarkannya, apalagi di negara-negara mayoritas Muslim.

Tapi ketika ada kejadian: ada orang (siapapun itu) yang memasangnya di dinding rumah, di sebuah negara Islam, lalu datang aparat untuk menangkap si penghuni rumah akibat keberadaan bendera itu, ARTINYA: itu bendera ormas/kelompok tertentu yang tidak direstui pemerintah setempat.

Gitu aja kok ruwet mikirnya, ya?

Untuk yang suka baca paper, ini ada paper yang meneliti seluk-beluk kiprah Hizb Tahrir. Di dalamnya ada paragraf menarik tentang seseorang bernama Omar Bakri Muhammad. Ini saya terjemahin ya. Kata-kata di dalam [...] adalah tambahan dari saya.

**
Terlahir dari keluarga kaya di Suriah pada 1958, Bakri sejak muda direkrut oleh Ikhwanul Muslimin Suriah [fyi: IM inilah yang angkat senjata di Suriah, dulu melawan Hafez Assad, dan selama 7 thn terakhir mengobarkan perang melawan Bashar Assad].

Setelah meraih gelar sarjana hukum Islam dari Shariah University di Damascus, dia berpartisipasi dalam kudeta yang gagal melawan Presiden Hafez al-Asad dan kemudian diusir keluar dari Suriah. Dia pergi ke Lebanon, dimana ia meraih master di bidang hukum Islam dari University of Al-Imam Al-Ouzai.

Selama di Beirut, dia menjadi anggota Hizbut Tahrir cabang Lebanon, lalu di masa ketika Suriah menginvasi Lebanon tahun 1979 [sebenarnya yang terjadi: Suriah mengirim peacekeeping force dengan persetujuan Liga Arab], Bakri dengan menggunakan nama Omar Fustuk pindah ke Jeddah, Saudi Arabia, dan mendirikan al-Muhajiroun sebagai front [ormas garis depan] untuk Hizbut Tahrir. Bakri kemudian diusir oleh Saudi pada 1985 dan mendapatkan suaka ke Inggris. Ia pun menjadi pemimpin pertama HT Inggris.

**
Paham ya? Diusir.

Anehnya, Inggris seperti punya hobi memberi suaka kepada orang-orang yang bikin ulah di Timteng. Bahkan eks-ISIS pun diizinkan pulang ke Inggris. Saya pernah tulis di FP ini, tokoh-tokoh yang melakukan propaganda jahat (misal: terang-terangan menghina Ummul Mukminin Aisyah ra) sambil mengaku-aku sebagai "ulama Syiah", malah difasilitasi Inggris (bahkan punya channel TV).

Tanya, kenapa?

---
[1] Paper HIZB UT-TAHRIR Islam’s Political Insurgency https://www.hudson.org/…/eurasian_tahririslamspoliticalinsu…
[2] Tulisan lama saya "Tehran vs London" https://dinasulaeman.wordpress.com/…/01/01/london-vs-tehran/
[3] eks ISIS mudik ke Inggris: https://www.independent.co.uk/…/isis-british-jihadis-return…

Foto: aksi demo HT, sumber: web HT Inggris

Sumber : Status Facebook Dina Sulaiman

Saturday, November 10, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: