Benarkah Ramadhan Kekasihmu?

ilustrasi

Oleh : Abdullah Faizin

Jika kau telah menjadikan Ramadhan sebagai kekasihkmu maka saat ia pergi mestinya terharu serta berlinangan air matamu

Kau sepertnya tak punya rasa rasa kehalusan dan kepekaan cinta seperti Nabi Musa dengan kekasihnya Zulaikha.

Dan tak punya cinta laksana Nabi Musa dan bunda suafaira serta Rasulullah dan Sayyida Khadijah serta Aisya.

Betapa lama ia menunggumu tak pernah kau perhatikan dan kau temui dengan mesra bahkan kau abaikan.

Seperti kekasih yang tak dianggap kekasihnya sekarang ia akan pergi entah apakah masih mau menemui dan menerimamu kembali.

Deretan deretan kronologi kisah penghianatan cintamu dalam dua sembilan malam tidak membelainya itu lebih dari cukup menyakitkan.

Padahal ia sebenarnya telah ikhlas menyerahkan eksistensi cinta kepadamu atas nama printah Tuhan dengan keterbatasan.

Kau harus paham antara luka dengan cinta itu setipis kulit ari. Bagaimana kau ingin dicintai sedang kau tak mengimbangi.

Tidak salah jika ia pergi melambai dengan luka dalam hati sebenarnya masih ada waktu menyesali dalam satu dua hari ini.

Dengan takbir tahmid sampaikan kerinduan dan tangisan padanya walaupun ia belum pergi atau meninggalkan kita atas kesaksian baru bukti cinta.

Jika tidak kau lakukan pujian cinta rindu itu dan kau merasa bersedih atas perpisahan dengannya atau bahkan mbudek dan menutup mata.

Maka persaksikan sesungguhnya dengan empat arah mata angin serta kesaksian waktu bahwa cinta memang benar-benar palsu.

29 Ramadhan...

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Friday, May 22, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: