Benarkah Penggelembungan Suara Bisa Dilakukan?

ilustrasi

Oleh : Ruly Achdiat Santabrata

Salah satu hal yang terus dihembuskan saat ini adalah tudingan adanya kecurangan yang sistematis, masif dan terstruktur pada salah satu kubu dengan melibatkan KPU besarta jajaran organiknya hingga ke KPPS. Tudingan kecurangan ini tentu harus dihitung dengan benar magnitudo dan persebarannya. Terakhir pada persidangan MK, saksi ahli bahkan sepakat suara 01 musti dipotong sebesar 23jt suara akibat kecurangan itu. Ini TUDUHAN YANG SANGAT SERIUS.

Bagaimana KawalPemilu bisa membantu dalam hal ini?

Setelah 33 hari bekerja disambung 14 malam ramadhan bersama 40rb Relawan, 700+ Moderator, KawalPemilu mulai merilis hasil verifikasi kejanggalan C1 yang diterima. Baik dari Relawan berupa C1 Plano, ataupun C1 Salinan yang juga dari relawan (yang dipasang pada kelurahan), Bawaslu, saksi2 dan SitungKPU.

KawalPemilu tidak memasukkan faktor salah entri dari C1 Scan KPU ke dalam Situng karena public scrutiny sudah terjadi. Semua mata bisa melihat dengan jelas kesalahan yang terjadi (dan sudah dikoreksi pula oleh KPU atas feedback masyarakat).

KawalPemilu fokus terhadap dokumen yang diterima dengan formula yang diterapkan otomatis memberi flag kejanggalan. Lengkapnya spt ini:

A. Salah Jumlah
1. Plano/Pas1 + Plano/Pas2 ≠ Plano/Sah
2. Salinan/Pas1 + Salinan/Pas2 ≠ Salinan/Sah

B. Salah Salin
3. Plano/PHP ≠ Plano/Sah + Plano/tSah
4. Salinan/PHP ≠ Salinan/Sah + Salinan/tSah
5. Plano/PHP ≠ Salinan/PHP
8. Plano/tSah ≠ Salinan/tSah

C. Salah Salin Suara
6. Plano/Pas1 ≠ Salinan/Pas1
7. Plano/Pas2 ≠ Salinan/Pas2

Terdapat 26.445 C1 yang Janggal kombinasi antara C1 Plano dan C1 Salinan.

Hasil flag kejanggalan itupun kemudian diverifikasi kembali oleh para admin KawalPemilu.

Kesimpulannya: Tidak ditemukan indikasi kecurangan yang Sistimatis, Terstruktur serta Masif.

Dengan penjelasan sbb:
#1 Jika perubahan suara dari Plano dan Salinan jadi ukuran, KawalPemilu telah melakukan verifikasi di 121.780 TPS yang ada C1 Plano dan Salinan Lembar kedua. Kedua pasangan masing2 mengalami perubahan suara. Namun jumlah kasusnya sangat tidak signifikan. Masing2 0,25% (302 kasus) dan 0,32% (389 kasus) yang impactnya terjadi perubahan suara aggregate masing2 17.846 (untuk 01) dan 20.235 suara (untuk 02). Sangat kecil. Buktinya?
01 digelembungkan: Sumut http://kpemi.lu/TiCJw, Kalsel http://kpemi.lu/2XT65, Jakarta http://kpemi.lu/f1hNh 
02 digelembungkan: Jakarta http://kpemi.lu/IR7fr, Jatim http://kpemi.lu/X6kaG, Lampung http://kpemi.lu/bzrRT
Lucunya, KawalPemilu juga menemukan perolehan suara yang tertukar antara 01 dan 02 setelah disalin dari Plano ke Salinan. Buktinya?
Tertukar sehingga 01 diuntungkan Jabar http://kpemi.lu/ZFOfd
Tertukar sehingga 02 diuntungkan Jatim http://kpemi.lu/K8KcE

#2. Jika penjumlahan Pas01 + Pas02 tidak sama dengan Suara Sah (bukan indikasi apapun sebenarnya, tak lain karena keliru berhitung) maka KawalPemilu telah melakukan verifikasi di 762.068 TPS yang ada C1 Salinan Lembar 2, serta 139.266 TPS yang ada C1 Plano Lembar 2. Hasilnya masing2 ditemukan kasus 7,532 (0,99%) dan 57 (0,04%). Bahkan KawalPemilu juga menemukan kekeliruan meletakkan jumlah Surat Sah dan Tidak Sah, tempatnya terbalik sebanyak 900 kasus. Sehingga utk case ini tidak berhubungan sama sekali dgn indikasi kecurangan. Ini buktinya dengan beberapa varian kejanggalan:
Penjumlahan yang keliru di Plano disalin apa adanya ke Salinan (shg tetap keliru) Riau http://kpemi.lu/Ol3HT
Jumlah suara sah dan tidak sah tertulis 0 di salinan Sumut http://kpemi.lu/TbGGS 
Penjumlahan yang keliru di Plano dibetulkan di Salinan (shg menjadi betul) Lampung http://kpemi.lu/eJ32M

#3 Jika jumlah suara sah + tidak sah > dari PHP (indikasi penggelembungan diluar jumlah Pengguna Hak Pilih terdaftar), maka KawalPemilu telah melakukan verifikasi di 763.887 TPS yang ada C1 Salinan (Lembar 1 dan 2), serta 43.117 TPS yang ada C1 Plano (Lembar 1 dan 2). Hasilnya masing2 ditemukan kasus 15,914 (2,08%) dan 684 (1,59%). Masing2 kasus memiliki selisih kekeliruan penjumlahan sebesar 340,908 dan 5,311 suara. Sangat tidak cukup untuk mengkoreksi selisih perolehan suara 01 dan 02 yang saat ini sebesar >16jt suara. Dan belum tentu hanya dilakukan oleh satu kubu, ini buktinya dgn beberapa varian kejanggalan:
Penghitungan PHP (di Lembar 1) yang keliru Jambi http://kpemi.lu/E7ALp 
Kekurangan 1 suara Bali http://kpemi.lu/lH6U5 
Kelebihan 100 suara Sulsel http://kpemi.lu/3QuV5

Mari kita ulang kembali, bahwa semua dokumen C1 Plano dan Salinan yang diterima adalah produk dari kerja dan kesepakatan dari stake holder penyelenggara pemilu yang paling bawah, yaitu TPS. Kalau ada kecurangan itu berarti bermain di tingkat yang paling dasar, yakni TPS.

Yang KawalPemilu dapatkan bahwa C1 Plano sebagai summary hasil penghitungan yang dihitung bersama2, memiliki tingkat kesalahan terkecil dari seluruh formula yang ada. Hanya 0.04% dari 139,266 TPS.

Lalu kemungkinan curangnya dimana?

Saat menyalin ke C1 Salinan?

Proses ini memang membuka peluang terjadinya kesalahan yang bisa saja mengindikasikan kecurangan. Tapi oleh siapa? Proses penyalinan rekap suara yang melelahkan dari C1 Plano ke 200+ lembar C1 Salinan dilakukan gotong royong oleh sekali lagi stake holder pemilu di TPS. Diawasi oleh para saksi dan bawaslu. Bahkan terkadang mereka ikut membantu. Bisa saja saksi membantu namun kemudian dengan sengaja melakukan kecurangan. Tapi yang ditemukan oleh KawalPemilu dari catatan di atas, selisih kekeliruan itu sangat tidak signifikan untuk mengkoreksi perolehan suara yang sudah terjadi. Artinya, tidak ada yang memerintah sehingga menjadi gerakan massal yang terstruktur sistimatis masif menaikkan suara salah satu paslon dari 813rb lokasi. Keliru sekali yang berpendapat demikian, karena kenyataannya kedua paslon mengalami keuntungan dan sekaligus kerugian yang jumlahnya hampir sama. Lihat kembali laporan KawalPemilu pada infografis di bawah.

Lalu bgmn dengan Situng?

Situng sejak tahun ini mempublikasikan digitasi dari C1 Salinan agar dapat menjawab rasa ingin tahu masyarakat akan proses penghitungan yang jika dilakukan rekapitulasi secara manual akan butuh waktu cukup lama. Tahun 2014, KawalPemilu yang melakukan hal ini dan sama seperti Situng membuka kesempatan untuk koreksi kolektif. Logikanya bukan dibalik dengan mengatakan karena ada kesalahan Situng, maka pasti ada kecurangan.

Dari paparan di atas, secara keseluruhan—tanpa bermaksud untuk mengatakan pasti KPU tak curang—rasanya mustahil terjadi kecurangan dimaksud karena sistem dan mekanisme bekerja untuk mengawal hal itu, ada koreksi dari rapat2 yang dilakukan secara berjenjang, ada public scrutiny dari jutaan pasang mata mengamati semua proses, baik itu di tps, di situng, dan tentu di KawalPemilu yang terus melakukan pemantauan rekapitulasi independen hingga data yang paling granular C1. Tak ada sama sekali yang bisa disembunyikan.

Opini itu adalah MANUSIAWI namun opini POLITIK jangan dijadikan kebenaran MUTLAK. Masalahnya, siapkah kita BERBEDA? Sayang ketika berbeda, lawan opini dijadikan MUSUH, dan bahkan diragukan KOMITMEN kebangsaannya.

Negeri ini terkenal dihuni oleh umat yang paling BIJAK menerima PERBEDAAN. Mari TUNJUKKAN.

Ruly Achdiat Santabrata
20 June 2019, 01:20 GMT +1

Sumber:
© KawalPemilu.org (11 Jun 2019, 16:05 PM GMT +7)

Dashboard interaktif yang bisa digunakan utk melihat hasil pemeriksaan dokumen C1 oleh KawalPemilu hingga ke level tps, bisa diakses di http://kpemi.lu/c1 juga bisa dilihat histori perolehan suara setiap hari yang dicatat lewat Kawal Pemilu di http://kpemi.lu/daily (gunakan pc/mac/linux komputer dgn resolusi 1920x1080)

Disclaimer: Data ini masih bisa berubah, setelah diverifikasi KawalPemilu dan/atau masuknya C1 Scan KPU yang baru.

Sumber : Status Facebook Ruly Achdiat Santabrata

Thursday, June 20, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: