Benarkah Para Ulama Diserang Orang Gila? Ini Analisis Intelejennya

Ilustrasi

RedaksiIndonesia-Saat ini di TV one sedang di bahas tentang penyerangan terhadap Ulama... Dan point point yang saya tangkap kurang lebih:

1. Dua penyerangan yang betulan terjadi pelakunya sudah ditangkap, dan pelaku mengalami gangguan jiwa. Sisanya puluhan berita berita penyerangan terhadap Ulama ialah Hoax, atau berita bohong belaka. seperti penyerangan di bogor, Sukabumi, Garut dan lainnya. Bahkan sudah ada pesantren yang membuat video permintaan maaf karena telah main tuduh.

2. Itu semua dilakukan dalam rangka pilkada Jawa Barat, untuk menarik dukungan ke parpol tertentu... karena masyarakat takut akan berlindung ke partai yang dirasa bisa melindungi dirinya.

3. Dalam ilmu intelijen, disebut sebagai tehnik rumput kering yaitu bagaimana seorang aktor provokator menarik individu individu yang mudah di provokasi sehingga apabila sudah banyak jumlahnya maka akan mudah diarahkan tuk kepentingan apapun, karena memang sebenarnya masyarakat yang terprovokasi berita Hoax itu dalam hatinya juga sedang menunggu komando tuk melakukan sesuatu, misal nanti akan ada pengumuman "silahkan coblos partai A, demi terjaganya Ulama", dan otomatis orang orang yang bagai rumput kering itu akan berbondong bonding coblos partai A.

Jadi ancaman sebenarnya bukan penyerangan Ulama tetapi ancaman sebenarnya ialah berita Hoax, Berita bohong.. yang hasilnya membuat kesan seakan akan dunia mau pecah, Indonesia begitu hancur, pemerintah setara kompeni Belanda, Ulama setara dajjal... Itulah halusinasi yang dia alami seseorang apabila dirinya kena has utang berita Hoax.

Padahal realitanya semua berjalan normal normal saja sama seperti Indonesia di pimpin presiden presiden sebelumnya, program program nya tetap berjalan normal...

Jadi zaman sekarang kita harus sadar, harus pintar, jangan mudah panik.. dan percaya kepada portal portal berita resmi yang mana mereka punya kode Etik jurnalistik. Percaya juga kepada aparat pemerintah dalam menjaga stabilitas.

Sumber : Diskusi Dengan Babo

Thursday, February 15, 2018 - 16:30
Kategori Rubrik: