by

Benarkah Pandemi Akan Berakhir?

Oleh : Doni Febriando

Tadi malam saya dapat info bahwa cuaca di Indonesia memburuk, jadi ekstrim, dan seterusnya. Saya cuma bisa menghela nafas panjang. Entah kebetulan atau tidak, ini persis dengan ramalan sahabat saya dulu itu, bahwa periode kedua itu Indonesia secara umum isinya cuma ada kesedihan dan air mata.

Sebab, Indonesia setelah 2 tahun pandemi virus corona, akan diberi kesempatan bernafas barang sejenak, jika Indonesia berubah, maka sisanya adalah kebahagiaan. Tapi, jika Indonesia balik lagi seperti jaman belum pernah ada pandemi virus corona, Indonesia pasti akan penuh musibah lagi.

Kalau dipikir-pikir 2019 ke atas isinya memang pandemi virus lama sekali, masa tenang sebentar, mulai gempa beberapa kali, dan sekarang cuaca ekstrim. Entah besok apa lagi bentuknya.

Saya pagi-pagi menulis status seperti ini tidak ada misi apapun. Uwis bakal percuma yen ikhtiar ngelingke. Saya sebagai manusia biasa jelas punya rasa frustasi. Saya tidak bisa mencegah tapi di sisi lain merasa kasihan sebenarnya.

Tapi mau bagaimana lagi…

Indonesia memang yang minta untuk “diingatkan” terus-menerus kok.

Indonesia selalu merasa dirinya satu-satunya. Terutama pejabat-pejabatnya. Rakyat jelata, orang biasa, ulama, pendeta, bahkan orang suku perdalaman adalah kacung-kacungnya.

Cuma berguna untuk mendongkrak karirnya.

Sangat wajar berbagai kekuasaan yang lebih tinggi lama-lama merasa jengah pada umat manusia dan mulai diijinkan Tuhan untuk ikut campur.

Itulah kenapa orang-orang yang bisa meramal jangka panjang pada pilih diam sekarang. Tidak mau ikut euforia copras-capres yang katanya orang modern sih bakal Ganjar vs Anies. Pilih merenung semua. Sebab, apa yang mereka telah lihat, sungguh berbeda dengan bayangan indah masyarakat modern—yang tidak percaya bahwa ada dzat selain manusia.

Maka dari itu, percaya deh, pilpres mendatang tidak seperti jaman dahulu, intinya bakal kurang greget, tidak ada euforia, sebab……..

Sahabat saya sudah memberitahu saya gambaran umum tentang apa 3 bulan ke depan, 6 bulan ke depan, 12 bulan ke depan, Indonesia 2023, Indonesia 2024, bahkan Indonesia 2025. Saya jadi menyimpulkan sesuatu. Ternyata ketulusan hati itu sangat-sangat penting.

Bahkan bisa menyelamatkan.

Sumber : Status Facebook Doni Febriando

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed