Benarkah Jokowi Melegalkan LGBT ?

Oleh : Ade Winata

Salah satu panah fitnah yang dilepaskan oleh dhea hammas ialah bahwa rezim saat ini meegalkan LGBT.

Dan memang sudah menjadi pemahaman umum bahwa saat ini lawan-lawan politik Jokowi menyerang di sisi ini.

Saya rasa secara lagal formal tidak ada satupun instrumen hukum yang melegalkan perilaku ini, terutama melalui sarana lembaga pernikahan.

Dan kalau kita mencari info dan suara-suara aktivis yang memperjuangkan hal minoritas, maka akan kita dapatkan sebuah kesimpulan Indonesia tidak ramah dengan LGBT baik pemerintah nya maupun masyarakat nya.

Ada seorang pemuda yang kisah nya diangkat oleh Tirto dimana ia mencari asylum ke Canada, dan dalam satu tahun ia mengumpulkan bukti.

Bahwa Indonesia tidak mampu dan mau melindungi kaumnya (gay) dan ada kriminalisasi pada orang-orang seperti dia.

Dan beberapa waktu ini juga kita dapatkan berita soal penggerebekan sex party yang dilakukan oleh Kaum gay dibeberapa tempat oleh polisi.

Jadi menurut aktivis Ham, ya bisa dikatakan Jokowi ini gagal melindungi hak-hak kaum minoritas LGBTQ.

Lalu dari mana statement Jokowi melegalkan LGBT ?

Berdasar apa ?

Disisi kiri ujung dianggap jokowi gagal melindungi kaum tersebut, disisi kanan ujung Jokowi dianggap melegalkan LGBT.

Bisa dikatakan dibalik ketidaksempurnaan Jokowi, minimal dia telah mengambil posisi di tengah-tengah.

Walaupun saya secara pribadi jengah dengan kaum tersebut, namun mereka bukan babi yang bisa berbicara, mereka tetaplah manusia yang memiliki hak yang melekat nya sebagai manusia.

Pernyataan Jokowi

"Di Indonesia tidak ada diskriminasi untuk minoritas, baik yang terkait dengan etnis, dengan agama semuanya akan diberikan perlindungan, tapi Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang mempunyai norma-norma agama, itulah yang harus orang ingat, dan orang harus tahu mengenai itu, bahwa kita mempunyai norma-norma,"

Sudah cukup jelas mengambil langkah ditengah, diantara siapapun punya hak dasar namun ada norma-norma agama yang harus dijunjung.

Namun mengatakan Jokowi melegalkan LGBT, sungguh fitnah keji yang tidak memiliki dasar apapun.

 

Sumber : facebook Ade Winata

Monday, October 22, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: