Benarkah Jokowi Ingin Taubat?

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Saya mikir, Anis dan Sandi kurang cerdas apa? Kecerdasan keduanya diatas rata-rata. Tapi kelihatan dungu sekali saat memipin Jakarta.

Saya kira kita semua, sehebat apapun akan terlihan bloon saat berusaha melalukan sesuatu yang nyata-nyata bukan keahlian kita.

Karena setiap bidang ada ilmunya dan ada ahlinya. Anis pendidik walaupun lompat sana sini dan Sandi bisnisman yang memulai karir konsultan keuangan perusahaan.

Keduanya tokoh muda cemerlang, di usia muda sudah menjadi kampiun dibidangnya, Anis rektor dan mantan menteri, Sandi masuk warga baru di barisan konglomerat termuda. Bisnisman sukses yang menginspirasi.

Saya ingat kata seorang profesor, kita seringkali tidak adil, untuk banyak provesi kita mensyaratkan gelar kesarjanaan yang linier dengan propesi, dokter dari universitas kedokteran, akuntan dari sekolah akuntansi, camat, sekda dari STPDN.

Tapi untuk kepala daerah kita pilih secara sporadis, yang penting punya duit buat mahar atau iuran atau dana pemenangan, apapun itu namanya.

Bedanya apa Jokowi dan Anis Sandi? Bedanya, Jokowi ini proletar yang besar di bantaran kali yang berusaha merubah nasib melalui pendidikan yang berkualitas. Ia tahu kesulitan rakyat dibawah. Sedangkan dua nama terakhir orang borjuis. Brojol kemuka bumi dengan, aset tabungan dan asuransi.

Perbedaan lainnya, Jokowi memulai dari Walikota hampir 2 periode, gubernur walaupun tidak tuntas. Ini kelebihan dan juga bahan cemoohan, belum selesai lompat.

Tapi saya dengar Jokowi ingin taubat, gak akan pindah status menjadi mantan presiden dan bapak bangsa sebelum selesai 2 periode, banyak kiai dan rakyat setuju.

Salam 2 periode pak Jokowi.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri

Wednesday, January 17, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: