Benarkah Jakarta Tak Bisa Bebas Banjir?

ilustrasi
Oleh : Sofyan Hadi
Karena posisinya yang berada di dataran rendah, Jakarta nggak akan bebas dari banjir..."
Mungkin benar, tapi coba hitung berapa banyak ibukota negara yang berlokasi di dataran tinggi..?! Berapa banyak kota besar yang berlokasi jauh dari perairan..?! Sebagian besar kota metropolitan berada di sekitar daerah aliran sungai, danau atau pantai. Elevasi Jakarta tercatat 3 mdpl dan ini bukan yang terendah di antara kota pesisir. Washington DC 2 mdpl, Bangkok 1 mdpl, sementara Singapura, Monaco, Hongkong 0 mdpl. Kota pesisir dgn elevasi terendah adalah Amsterdam, -2 mdpl. Kota-2 tersebut belum terbebas dari banjir, tapi juga belum pernah dilumpuhkan oleh banjir secara beruntun dalam rentang waktu 1 dekade. Setidaknya ada upaya bagaimana mengantisipasi situasi ekstrem dan mencegah kerugian yang lebih besar akibat banjir.
----------
ASWAN HIGH DAM, MESIR
Sejak jaman Mesir Kuno, banjir sungai Nil adalah berkah sekaligus masalah, dan masalah luapan Nil baru diredam pada tahun 1898 dgn pembangunan Bendungan Aswan kecil di dekat Luxor, 690 km selatan Kairo. Pada 1952 bendungan kedua dibangun 400 km ke hulu dekat Abu Simbel, dikenal sebagai Aswan High Dam. Bendungan ini tidak hanya menahan luapan air sungai Nil, tapi juga meminimalkan resiko banjir dengan mendistribusikan air ke wilayah gurun yang jauh dari daerah aliran sungai.
----------
THREE GORGES DAM, CHINA
Untuk mengatasi luapan sungai Yangtze yg sudah berlangsung beberapa abad, China membangun 3 rangkaian bendungan di wilayah Yi Ling, Provinsi Hubei. Selain sebagai reservoir raksasa, bendungan ini juga berfungsi sebagai pembangkit listrik. Pada September 2020 lalu bendungan ini mengalami krisis setelah wilayah hulu anak sungai Yangtze dihantam curah hujan tinggi selama 2 minggu. Untuk mencegah terulangnya krisis yang bisa melumpuhkan ekonomi lokal ini, pemerintah China saat ini sedang membangun bendungan pendukung di seluruh hulu anak sungai Yangtze.
----------
TOKYO FLOOD TUNNELS, TOKYO
Untuk mengatasi luapan air di musim hujan dan badai tropis, pemerintah kota Tokyo membangun 5 konstruksi silo bawah tanah yang saling berhubungan. Konstruksi yang dibangun sejak 1992 ini baru selesai pada 2006. Terowongan air dgn kedalaman 50 meter ini membentang sejauh 6.3 km untuk mengakomodasi luapan dari 3 sungai besar yang melintasi Tokyo dan sekitarnya. Fungsi pengalihan air sungai ini didukung oleh jaringan saluran air bawah tanah berukuran besar yang menghubungkan setiap silo dan bagian hulu sungai. Selain pengalihan air, situs ini merupakan pembangkit listrik, dan pada masa normal juga menjadi obyek wisata yang menarik.
----------
DELTA WORKS, BELANDA
Sebagai negara yang sebagian besar wilayahnya merupakan rawa delta, Belanda dikenal piawai dalam sistem pengendalian banjir. Sistem tanggul Rhine Delta Dikes sudah diterapkan sejak lama di wilayah pesisir delta sungai Rhine, dari Belanda sampai Belgia, dan terus dikembangkan di pesisir barat Eropa. Saat ini Belanda sedang menjalankan proyek Delta Works, pembangunan saluran air masif di sepanjang pesisir yang berfungsi mengatur keseimbangan antara level air laut dan air daratan untuk mencegah gelombang pasang rob memasuki daratan sekaligus membuang luapan air daratan ke laut. Sistem modern ini ditenagai oleh pembangkit listrik tenaga ombak laut mandiri, dimana sisa tenaga yang dihasilkan dapat mendukung kebutuhan listrik lokal.
----------
FLOOD CONTROL NETWORK, FLORIDA
Berada di delta sungai Mississippi, wilayah Florida ada langganan banjir yang terburuk di AS. Untuk mengatasinya, dilakukan kerjasama dgn wilayah lain untuk membangun jaringan pengendali banjir dalam bentuk rangkaian bendungan kecil, tanggul banjir, kanal banjir dan memaksimalkan potensi wilayah serapan air. Sistem yang diterakan di Florida mencontoh sistem Delta Rhine yang sukses di Eropa.
----------
MEDIA WORKS, JAKARTA
Sejak awal tahun 2000 Jakarta menghadapi masalah banjir serius terkait penggunaan air tanah yang tidak terkendali. Tahun 2014 Jakarta mencoba menggabungkan ide Rhine Delta Networks dan Tokyo Flood Tunnel dalam program perluasan gorong-2, optimalisasi hutan bakau dan Jakarta Sea Wall. Pemilihan kepala daerah menihilkan usaha ini, dan sebagai gantinya Jakarta mencoba mengatasi banjir lewat media. Dikotomi banjir dan genangan, naturalisasi sungai, program TOA banjir dan terakhir adalah program antisipasi banjir lewat buku panduan.
*Catatan : Contoh terakhir bukan merupakan referensi cara menanggulangi masalah banjir, tapi peringatan apa yang mungkin terjadi ketika mayoritas masyarakat memilih "pelayan" yang tidak paham apa yang harus dikerjakan...
Sumber : Status Facebook Sofyan Hadi
Monday, February 22, 2021 - 16:45
Kategori Rubrik: